Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Membangkitkan Kembali Tenun Sasak di Sade

    11-10-2026 - 02.55

    Perang Desain Adidas vs White Fox

    11-10-2026 - 02.20

    Strategi Berani Danantara Hadapi Gejolak IHSG

    10-10-2026 - 23.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Membangkitkan Kembali Tenun Sasak di Sade
    • Perang Desain Adidas vs White Fox
    • Strategi Berani Danantara Hadapi Gejolak IHSG
    • Revolusi Langit Indonesia Hemat Jutaan Dolar
    • Ambisi Besar Indonesia Kuasai Pasar Baterai
    • Netflix Bakal Pangkas Ratusan Karyawan
    • Sukses Bangun Usaha dari Agen BRILink
    • China Redam Ketegangan Dagang Eropa
    Faktual News
    Home - Market - Perang Desain Adidas vs White Fox
    Market

    Perang Desain Adidas vs White Fox

    11-10-2026 - 02.2003 Mins Read0
    perang desain adidas vs white fox

    Faktual.news – Dunia mode internasional kembali diguncang oleh sengketa hukum terkait hak kekayaan intelektual. Raksasa perlengkapan olahraga asal Jerman, Adidas, secara resmi melayangkan gugatan hukum terhadap White Fox Boutique, sebuah merek fesyen daring populer asal Australia. Perselisihan ini dipicu oleh kemiripan desain pada produk pakaian yang dianggap meniru identitas visual ikonik milik Adidas.

    Inti dari permasalahan ini terletak pada penggunaan motif empat garis pada koleksi pakaian White Fox. Adidas menilai bahwa pola tersebut sangat mirip dan berpotensi menyesatkan konsumen, yang selama ini telah mengenal identitas merek mereka melalui desain tiga garis yang legendaris. Gugatan ini telah didaftarkan ke Pengadilan Federal Australia pada pertengahan September lalu.

    Perang Desain Adidas vs White Fox
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam proses persidangan yang berlangsung di Sydney, pihak Adidas mengungkapkan kekecewaan mendalam mereka. Pengacara Adidas, Patrick Flynn, menyatakan bahwa pihaknya telah berulang kali memberikan peringatan kepada White Fox sepanjang tahun 2024 agar segera menghentikan penjualan produk dengan desain bermasalah tersebut. Namun, upaya mediasi dan teguran tersebut dikabarkan tidak diindahkan oleh pihak White Fox.

    Lebih lanjut, Flynn menuduh adanya strategi pemasaran yang sengaja dilakukan untuk memanfaatkan reputasi Adidas. Ia menyoroti berbagai materi promosi White Fox yang sering kali menampilkan produk mereka bersandingan dengan sepatu asli Adidas. Salah satu bukti yang diajukan adalah foto kampanye seorang pemengaruh (influencer) yang mengenakan pakaian White Fox sekaligus sepatu Adidas. Menurut Adidas, hal ini dilakukan untuk menciptakan asosiasi palsu di benak konsumen agar mereka mengira kedua merek tersebut memiliki keterkaitan.

    "Ada niat yang jelas untuk menumpang reputasi kami," tegas Flynn di hadapan persidangan. Adidas tidak hanya menuntut penghentian penjualan, tetapi juga meminta ganti rugi atas kerugian materiil maupun imateriil yang timbul akibat kebingungan konsumen di pasar.

    Di sisi lain, White Fox Boutique memberikan pembelaan yang cukup mengejutkan. Pengacara mereka, Ed Heerey, membantah seluruh tuduhan tersebut dengan argumen bahwa penggunaan pola garis bukanlah hal yang eksklusif milik Adidas. Heerey menyebutkan bahwa banyak merek fast fashion besar lainnya, seperti Shein, Princess Polly, hingga Glassons, juga menggunakan desain serupa tanpa adanya tuntutan hukum.

    "Adidas memang memiliki reputasi besar, namun slogan mereka sendiri adalah merek dengan tiga garis. Ada penekanan khusus pada angka tiga," ujar Heerey dalam pembelaannya.

    Kasus ini menjadi menarik karena Adidas memiliki rekam jejak yang sangat kuat dalam melindungi hak mereknya. Tercatat, Adidas telah memegang hak merek dagang desain tiga garis di Australia sejak tahun 1957. Mereka juga pernah memenangkan gugatan serupa terhadap Pacific Brands pada tahun 2013 terkait penggunaan empat garis pada produk sepatu.

    Kini, bola panas sengketa ini berada di tangan hakim. Hakim Ian Jackman telah menjadwalkan kelanjutan persidangan perkara ini pada awal tahun 2027 mendatang. Keputusan akhir nantinya akan menjadi preseden penting bagi industri fesyen global mengenai batasan antara inspirasi desain dan pelanggaran hak merek dagang.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Membangkitkan Kembali Tenun Sasak di Sade

      11-10-2026 - 02.55

      Strategi Berani Danantara Hadapi Gejolak IHSG

      10-10-2026 - 23.55

      Revolusi Langit Indonesia Hemat Jutaan Dolar

      10-10-2026 - 23.21

      Ambisi Besar Indonesia Kuasai Pasar Baterai

      10-10-2026 - 21.55

      Netflix Bakal Pangkas Ratusan Karyawan

      10-10-2026 - 21.20

      Sukses Bangun Usaha dari Agen BRILink

      10-10-2026 - 18.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Membangkitkan Kembali Tenun Sasak di Sade
      • Perang Desain Adidas vs White Fox
      • Strategi Berani Danantara Hadapi Gejolak IHSG
      • Revolusi Langit Indonesia Hemat Jutaan Dolar
      • Ambisi Besar Indonesia Kuasai Pasar Baterai

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.