Faktual.news – Upaya untuk melahirkan talenta balap kelas dunia dari tanah air terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antar berbagai pemangku kepentingan. PT Pertamina (Persero) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), dan Pride Motorsport secara resmi mempertegas komitmen mereka dalam membangun ekosistem motorsport nasional yang solid. Sinergi ini terlihat jelas pada penutupan ajang Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) 2026 yang berlangsung pada Minggu (8/11).
Memasuki tahun keempat dukungannya, Pertamina tidak hanya sekadar menjadi sponsor, tetapi juga berperan aktif dalam memastikan keberlanjutan kompetisi sebagai wadah pembinaan atlet balap. Kolaborasi ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari pengembangan teknis kemampuan pembalap, peningkatan standar keselamatan, hingga penyediaan dukungan energi berkualitas tinggi untuk menunjang performa mesin di lintasan.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa visi utama perusahaan adalah menjadi mitra setia bagi para pembalap Indonesia dalam mengejar mimpi di kancah internasional. Ia menjelaskan bahwa Pertamina berkomitmen memberikan dukungan melalui produk unggulan seperti Pertamax Turbo untuk menjamin kualitas kompetisi.
"Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan panjang pembalap Indonesia menuju panggung dunia. Melalui penggunaan Pertamax Turbo, kami memastikan kebutuhan energi kompetisi terpenuhi dengan standar tinggi. Ke depan, pengembangan produk untuk mendukung motorsport akan terus kami tingkatkan," ungkap Arya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim dalam membangun ekosistem ini. Menurutnya, keberhasilan pembinaan talenta tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara penyedia energi, federasi olahraga, pengelola sirkuit, dan penyelenggara untuk menciptakan jalur karier yang jelas bagi para atlet.
Dukungan nyata Pertamina dalam ajang Pertamina MRS 2026 tercatat melalui penggunaan lebih dari 28.000 liter Pertamax Turbo. Selain bahan bakar, pengembangan pelumas Enduro juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung kemajuan teknologi motorsport di tanah air.
Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Pertamina dalam memperkuat jenjang pembinaan. Ia mencatat bahwa pembinaan telah dilakukan secara sistematis, mulai dari kompetisi usia dini seperti MotoMINI Indonesia hingga ke level yang lebih tinggi di Pertamina MRS. IMI kini tengah fokus memperkuat basis data prestasi untuk mengidentifikasi bibit unggul yang siap diproyeksikan ke ajang internasional seperti Moto4 Asia Cup.
Senada dengan itu, Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menyoroti pentingnya infrastruktur dan standar keselamatan internasional. MGPA berencana menginisiasi program transfer pengetahuan dengan melibatkan pembalap mancanegara guna mengasah kemampuan pembalap serta mekanik lokal. Ananda optimis, melalui kompetisi yang berkualitas, Indonesia akan terus melahirkan nama-nama besar seperti Veda, Ramadhipa, dan Mario Aji yang telah membuktikan kualitasnya di kelas Moto3.
CEO Pride Motorsport, Eddy Saputra, menutup dengan menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Tujuan akhirnya tetap satu: memastikan pembalap Indonesia memiliki kualitas yang setara dengan standar global agar mampu mengharumkan nama bangsa di sirkuit-sirkuit dunia.


