<strong>Faktual.news – </strong> Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat akar rumput terus dilakukan melalui kolaborasi strategis antara sektor perbankan dan pemerintah daerah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui inisiatif BRI Peduli secara resmi meluncurkan revitalisasi Posyandu Lily yang berlokasi di Dusun Purworejo, Kalurahan Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (21/10). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata dalam mendukung kesehatan ibu dan anak serta ketahanan pangan lokal.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kehadiran BRI di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada sektor layanan keuangan semata. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Program ini dirancang untuk sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, terutama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sejak dini.

Salah satu fokus utama dalam agenda ini adalah Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hingga Oktober 2026, program ini telah berhasil merevitalisasi dua fasilitas kesehatan masyarakat, yaitu Posyandu Matahari di Dusun Kaliurang Barat dan Posyandu Lily di Dusun Purworejo. Tidak hanya sekadar renovasi fisik, BRI juga memberikan pelatihan intensif kepada puluhan kader dari 13 posyandu guna meningkatkan kapasitas layanan kesehatan berbasis komunitas.
Dampak dari program ini pun sangat signifikan. Tercatat, edukasi kesehatan kehamilan dan pemenuhan nutrisi telah menjangkau 21 ibu hamil serta 27 peserta kelas gizi. Selain itu, pemantauan pertumbuhan terhadap 141 balita dilakukan secara rutin sebagai langkah deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan. BRI juga memberikan bantuan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 23 ibu hamil dan 24 balita yang teridentifikasi mengalami kondisi gizi kurang.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati (Titiek) Soeharto, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya peran kader posyandu sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu Lily harus menjadi pusat kegiatan yang aktif bagi para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak secara rutin.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyebut bahwa keberadaan Posyandu Lily sangat strategis. Fasilitas ini bukan sekadar tempat penimbangan berat badan, melainkan ruang edukasi bagi orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, dan pencegahan masalah kesehatan keluarga lainnya.
Menariknya, peresmian ini juga dibarengi dengan peluncuran Kebun Pangan Perempuan. Melalui metode penanaman berbasis polibag, kebun ini menyediakan sayuran segar bebas pestisida untuk mendukung kebutuhan gizi keluarga dan bahan baku PMT. Program ini memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengelola pekarangan rumah menjadi sumber pangan sekaligus sumber ekonomi baru, sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran pertanian berkelanjutan bagi warga setempat.


