Faktual News – Pasar modal Indonesia pagi ini menyuguhkan kejutan yang menggembirakan bagi para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tak terduga berbalik menguat signifikan pada pembukaan perdagangan Kamis (20/2), melonjak ke posisi 8.317,66 dari penutupan sebelumnya 8.274,08, atau naik sebesar 0,53 persen. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen positif yang kuat dari kesepakatan dagang penting antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Berdasarkan data statistik dari RTI Business, aktivitas perdagangan di lantai bursa cukup ramai. Sebanyak 657,37 juta saham berpindah tangan dalam 52 ribu kali transaksi, dengan total nilai mencapai Rp296,49 miliar. Kenaikan IHSG didorong oleh dominasi saham-saham yang menguat, tercatat 312 saham mengalami apresiasi, berbanding 87 saham yang terkoreksi, sementara 246 saham lainnya tetap tidak berubah.

Lonjakan IHSG ini cukup mengejutkan, mengingat proyeksi awal dari Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia yang memperkirakan indeks akan bergerak variatif cenderung melemah. Dalam risetnya pada 20 Februari 2025, analis CGS menetapkan kisaran support IHSG di level 8.125-8.200 dan resistance di 8.350-8.425. Mereka juga sempat menyoroti pelemahan bursa Wall Street dan kembali adanya aksi jual investor asing senilai Rp245,37 miliar sebagai sentimen negatif yang berpotensi menekan pasar.
Namun, sentimen positif dari kenaikan harga beberapa komoditas global seperti minyak mentah, CPO, nikel, dan emas berpeluang menjadi penyeimbang, bahkan melampaui tekanan tersebut.
Pemicu utama kebangkitan IHSG tak lain adalah kabar baik dari Washington. Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat berhasil menuntaskan penandatanganan "Agreement on Reciprocal Tariff" pada Kamis (20/2/2025) waktu setempat. Perjanjian bersejarah ini diteken langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan AS, Jamieson Greer, menandai babak baru dalam hubungan dagang kedua negara yang diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian domestik.
Di tengah optimisme pasar yang kembali membara, CGS International Sekuritas juga merilis daftar saham pilihan yang berpotensi memberikan keuntungan (cuan) bagi investor. Saham-saham tersebut meliputi PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

