Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan hari ini (20/2) dengan performa yang kurang menggembirakan. Setelah sempat menunjukkan pergerakan yang dinamis, indeks acuan bursa saham Indonesia ini berbalik arah, mengakhiri sesi di level 8.261,15, terkoreksi tipis 0,16 persen dari posisi pembukaan 8.274,08.
Berdasarkan data statistik dari RTI Business, aktivitas perdagangan sepanjang sesi pagi mencatat perputaran 25,81 miliar lembar saham. Frekuensi perpindahan tangan saham mencapai 1,68 juta kali, dengan total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp11,29 triliun. Sentimen negatif tercermin dari 402 saham yang terkoreksi, berbanding 252 saham yang menguat, dan 161 saham yang stagnan.
Penurunan IHSG tak lepas dari performa mayoritas sektor yang kompak berada di zona merah. Sektor properti menjadi yang paling terpukul dengan ambles 1,18 persen, diikuti oleh sektor non-siklikal yang melemah 1,01 persen. Sektor energi juga tak luput dari tekanan, merosot 0,97 persen, sementara sektor kesehatan dan bahan baku masing-masing terkoreksi 0,63 persen dan 0,53 persen. Bahkan, sektor keuangan yang biasanya tangguh, ikut tertekan 0,10 persen.
Namun, di tengah tekanan jual, beberapa sektor berhasil unjuk gigi. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan melaju 1,08 persen. Disusul oleh sektor industrial yang naik 0,61 persen, sektor teknologi menguat 0,53 persen, sektor siklikal meningkat 0,40 persen, dan sektor infrastruktur yang berhasil membukukan kenaikan 0,38 persen.
Kondisi serupa juga terpantau di bursa-bursa utama Asia. Indeks Nikkei 225 Tokyo terpangkas 1,05 persen, Hang Seng Index Hong Kong merosot 0,60 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai melemah 1,26 persen. Koreksi serentak ini mengindikasikan adanya sentimen negatif yang lebih luas di pasar regional, menambah tekanan pada pergerakan IHSG di sesi pertama.
