Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Prabowo Buka Pintu Lebar Rusia Kuasai Energi RI

    04-09-2026 - 08.20

    JP Morgan Bocorkan Rahasia IHSG Meledak 7000

    04-09-2026 - 05.20

    Geger Santri Keracunan Zulhas Minta Usut Tuntas

    04-09-2026 - 02.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Prabowo Buka Pintu Lebar Rusia Kuasai Energi RI
    • JP Morgan Bocorkan Rahasia IHSG Meledak 7000
    • Geger Santri Keracunan Zulhas Minta Usut Tuntas
    • Anggaran Gizi Rp240 T Siap Sasar Jutaan Warga
    • Terungkap Purbaya Bandingkan Swasta Era SBY Jokowi
    • Awas Jebakan Maut Loker Luar Negeri di Medsos
    • Agrinas Palma Bawa Berkah di Tengah Puing NTT
    • Kapuas Kering Ekstrem Tongkang Sawit Terjebak
    Faktual News
    Home - Market - Geger Santri Keracunan Zulhas Minta Usut Tuntas
    Market

    Geger Santri Keracunan Zulhas Minta Usut Tuntas

    04-09-2026 - 02.2004 Mins Read0
    geger santri keracunan zulhas minta usut tuntas

    faktual.news – Ratusan santri di Sidoarjo mendadak tumbang usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis MBG memicu kemarahan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Insiden yang menimpa lebih dari 500 penerima manfaat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Kalitengah Sidoarjo ini langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Zulhas sapaan akrabnya mendesak Badan Gizi Nasional BGN untuk segera mengusut tuntas dugaan kelalaian fatal tersebut.

    Menko Pangan menegaskan tidak ada ruang kompromi terkait keselamatan anak-anak. Setiap indikasi kecerobohan harus diselidiki secara menyeluruh dan jika terbukti ada pelanggaran tindakan tegas wajib diambil. "Saya minta diperiksa sampai tuntas. Kalau terbukti kepala SPPG tidak bertanggung jawab, tindak tegas. Tidak ada toleransi," ujar Zulhas dalam keterangan resminya Kamis 3 September. Ia menekankan bahwa menyediakan makanan bagi generasi muda adalah amanah besar yang menyangkut kesehatan jiwa dan masa depan bangsa.

    Geger Santri Keracunan Zulhas Minta Usut Tuntas
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Zulhas juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Kepala BGN untuk meminta penjelasan detail mengenai kejadian tragis ini. Penanganan para korban menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Berdasarkan laporan awal yang diterima Zulhas dari Kepala BGN terdapat dugaan kuat adanya ketidakpatuhan terhadap standar operasional dalam penyediaan dan penyajian makanan MBG di SPPG tersebut. Investigasi lebih lanjut masih berjalan untuk mengungkap akar masalah dan pihak yang harus bertanggung jawab.

    "Jika memang ditemukan pelanggaran hukum, jangan ragu untuk memprosesnya sesuai ketentuan, termasuk meneruskannya kepada aparat penegak hukum. Harus ada efek jera," tegas Zulhas. Ia mengingatkan seluruh Kepala SPPG dan pengelola dapur MBG bahwa tanggung jawab mereka jauh melampaui sekadar menyiapkan dan mendistribusikan makanan melainkan memastikan setiap hidangan aman serta layak konsumsi.

    Di sisi lain Kepala BGN Sudaryono menyebut insiden keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Tanggul Angin Sidoarjo ini sebagai "kelalaian yang disengaja". Sudaryono menegaskan bahwa aturan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis telah diberikan secara jelas namun diabaikan. "Ini adalah kelalaian yang disengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja," ungkap Sudaryono melalui unggahan Instagramnya.

    Sudaryono membeberkan kronologi kelalaian yang memicu keracunan massal. Ahli gizi dan pihak SPPG terkait tidak melabeli semua wadah makanan yang dibagikan. Dari sekian banyak ompreng hanya satu yang dilengkapi label informasi penting. Label tersebut seharusnya mencantumkan jam makanan matang dan batas waktu konsumsi. Dalam kasus ini makanan dilaporkan matang pukul 05.00 pagi yang berarti harus dikonsumsi sebelum pukul 09.00 pagi. Namun pada label tertulis makanan matang pukul 08.00 pagi dengan batas konsumsi maksimal pukul 10.00 pagi.

    Fakta di lapangan jauh berbeda. Makanan yang seharusnya sudah disantap sebelum pukul 10.00 pagi justru baru dikirim ke sekolah setelah pukul 11.00 pagi bahkan mendekati pukul 11.40. Akibatnya para siswa baru menyantap makanan tersebut di atas pukul 12.00 siang menyebabkan insiden keracunan massal tak terhindarkan.

    BGN tidak akan pandang bulu terhadap pihak yang terbukti bersalah. Sudaryono mengancam sanksi tidak hanya berupa pencopotan jabatan atau pemecatan melainkan juga potensi jeratan hukum jika teridentifikasi adanya unsur pidana. "Bukan hanya dicopot, bukan hanya dipecat. Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana, mohon maaf kami tidak bisa bantu," tegasnya.

    Sebagai respons cepat operasional SPPG Kalitengah telah dihentikan sementara guna memfasilitasi proses evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh. Pemerintah juga menjadikan insiden Sidoarjo sebagai pelajaran berharga untuk memperketat pengawasan dan disiplin operasional seluruh SPPG di penjuru negeri. Ini merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola MBG secara nasional.

    Sebelumnya dari 27.485 SPPG yang beroperasi, 3.515 di antaranya di 324 kabupaten/kota belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi SLHS. Sebanyak 3.060 SPPG belum mengajukan dan 455 lainnya tidak memenuhi persyaratan. Pemerintah telah mengambil tindakan tegas terhadap SPPG yang tidak memenuhi standar ini. Bahkan 249 Kepala SPPG telah diberhentikan karena berbagai pelanggaran termasuk insiden keamanan pangan ketidakhadiran hingga pelanggaran disiplin lainnya.

    Kepala SPPG diwajibkan untuk hadir dan mengawasi langsung seluruh tahapan mulai dari produksi dini hari sekitar pukul 02.00 hingga distribusi selesai pukul 08.00-09.00 pagi. Kehadiran mereka krusial untuk memastikan setiap proses pengolahan penyajian dan distribusi makanan sesuai standar keamanan dan gizi. Zulhas menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa satu kejadian saja harus dianggap serius apalagi jika ratusan anak terdampak. "MBG adalah program untuk memperbaiki gizi dan masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu keselamatan mereka tidak boleh dikompromikan," pungkasnya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Prabowo Buka Pintu Lebar Rusia Kuasai Energi RI

      04-09-2026 - 08.20

      JP Morgan Bocorkan Rahasia IHSG Meledak 7000

      04-09-2026 - 05.20

      Anggaran Gizi Rp240 T Siap Sasar Jutaan Warga

      03-09-2026 - 21.20

      Terungkap Purbaya Bandingkan Swasta Era SBY Jokowi

      03-09-2026 - 18.20

      Awas Jebakan Maut Loker Luar Negeri di Medsos

      03-09-2026 - 14.20

      Agrinas Palma Bawa Berkah di Tengah Puing NTT

      03-09-2026 - 08.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Prabowo Buka Pintu Lebar Rusia Kuasai Energi RI
      • JP Morgan Bocorkan Rahasia IHSG Meledak 7000
      • Geger Santri Keracunan Zulhas Minta Usut Tuntas
      • Anggaran Gizi Rp240 T Siap Sasar Jutaan Warga
      • Terungkap Purbaya Bandingkan Swasta Era SBY Jokowi

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.