Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Wamen ATR Akhirnya Bicara Soal OTT KPK Heboh

    16-09-2026 - 02.55

    Terkuak Mengapa Suahasil Jadi Menteri Keuangan

    16-09-2026 - 02.20

    KMP Virgo 129 Jiwa Masih Dicari Kemenhub

    15-09-2026 - 23.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Wamen ATR Akhirnya Bicara Soal OTT KPK Heboh
    • Terkuak Mengapa Suahasil Jadi Menteri Keuangan
    • KMP Virgo 129 Jiwa Masih Dicari Kemenhub
    • Bea Cukai Bocorkan Perintah Menkeu Baru Tak Berubah
    • Wajib Tahu Tol Yogya Bawen Seksi 6 Buka November
    • Ancaman Nyata Baja China Gempur Industri RI
    • LRT Jakarta Rute Baru Gratis Siap Dijajal
    • Terungkap Kolaborasi Raksasa Chandra Asri Mandiri
    Faktual News
    Home - Market - Beras Rp57 Ribu Terkuak Amran Ini Modusnya
    Market

    Beras Rp57 Ribu Terkuak Amran Ini Modusnya

    15-09-2026 - 16.5502 Mins Read0
    beras rp57 ribu terkuak amran ini modusnya

    faktual.news – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini menguak dugaan praktik penipuan besar-besaran terkait beras fortifikasi. Produk pangan yang seharusnya menjadi penopang gizi bagi kelompok rentan ini, justru dibanderol dengan harga fantastis hingga Rp57 ribu per kilogram, jauh melampaui standar wajar.

    Amran mengungkapkan, temuan mengejutkan ini didapat setelah Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan serangkaian pemeriksaan dan uji laboratorium di empat fasilitas bersertifikat. Hasilnya, banyak sampel beras fortifikasi yang kandungan dan spesifikasinya tidak sesuai dengan label yang tertera pada kemasan.

    Beras Rp57 Ribu Terkuak Amran Ini Modusnya
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Beras fortifikasi ini kan peruntukannya jelas, untuk mengatasi stunting, membantu masyarakat miskin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Bukan untuk dijadikan alat penipuan oleh oknum pemburu rente," tegas Amran dalam sebuah ekspos hasil pemeriksaan di Jakarta.

    Ia menjelaskan, harga normal beras fortifikasi seharusnya berada di kisaran Rp13.500 per kilogram. Namun, Kementan menemukan produk tersebut dijual hingga Rp57 ribu per kilogram. Selisih harga yang mencapai sekitar Rp44 ribu per kilogram ini sungguh mencengangkan, mengingat biaya tambahan untuk proses fortifikasi beras diperkirakan hanya sekitar Rp1.000 per kilogram.

    "Hanya dengan tambahan biaya seribu rupiah, mereka bisa menjualnya sampai lima puluh tujuh ribu rupiah. Ini jelas praktik yang sangat merugikan," ujar Amran.

    Dugaan penipuan ini, menurut Amran, sangat merugikan masyarakat, terutama mereka yang sangat membutuhkan dukungan gizi. Parahnya lagi, permasalahan pada beras fortifikasi ini ditemukan pada sebagian besar sampel yang diperiksa. Amran menyebut, sekitar 90 persen dari beras yang diuji tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

    Lebih lanjut, Amran memperkirakan potensi kerugian yang ditimbulkan akibat dugaan praktik curang ini mencapai angka yang sangat fantastis, yakni Rp89 triliun. Angka ini menunjukkan betapa masifnya dampak negatif dari praktik tersebut terhadap konsumen.

    Amran menegaskan bahwa persoalan ini harus segera ditindaklanjuti secara serius. Pasalnya, ini menyangkut hak fundamental masyarakat untuk memperoleh pangan yang sesuai dengan informasi yang dijanjikan pada produk, serta integritas program pemerintah dalam upaya peningkatan gizi nasional.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Wamen ATR Akhirnya Bicara Soal OTT KPK Heboh

      16-09-2026 - 02.55

      Terkuak Mengapa Suahasil Jadi Menteri Keuangan

      16-09-2026 - 02.20

      KMP Virgo 129 Jiwa Masih Dicari Kemenhub

      15-09-2026 - 23.55

      Bea Cukai Bocorkan Perintah Menkeu Baru Tak Berubah

      15-09-2026 - 23.20

      Wajib Tahu Tol Yogya Bawen Seksi 6 Buka November

      15-09-2026 - 21.55

      Ancaman Nyata Baja China Gempur Industri RI

      15-09-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Wamen ATR Akhirnya Bicara Soal OTT KPK Heboh
      • Terkuak Mengapa Suahasil Jadi Menteri Keuangan
      • KMP Virgo 129 Jiwa Masih Dicari Kemenhub
      • Bea Cukai Bocorkan Perintah Menkeu Baru Tak Berubah
      • Wajib Tahu Tol Yogya Bawen Seksi 6 Buka November

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.