faktual.news – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini membuat pernyataan tegas yang mengejutkan banyak pihak terkait kepemilikan lahan program cetak sawah di Papua, khususnya Merauke. Ia memastikan bahwa seluruh area yang dibuka melalui inisiatif ini sepenuhnya menjadi hak milik masyarakat setempat, menepis anggapan bahwa pemerintah memiliki klaim atas lahan tersebut.
Penegasan ini disampaikan Amran di tengah ambisi besar menjadikan Merauke sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional. Dalam sebuah acara tanam padi bersama di Merauke, Papua Selatan, Sabtu lalu, Amran menjelaskan bahwa program ini bukanlah paksaan, melainkan respons langsung atas permintaan para petani di wilayah tersebut. "Ini adalah pemberdayaan. Semua lahan yang dicetak ini milik rakyat, milik Bapak-bapak petani semua," ujarnya, menekankan bahwa tidak ada satu pun jengkal tanah yang menjadi kepemilikan pemerintah.

Program cetak sawah, yang merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, disebut Amran telah menunjukkan hasil nyata. Data yang diverifikasi oleh Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah menunjukkan peningkatan pendapatan petani di kawasan tersebut melonjak hingga 300 persen. Keberhasilan ini bahkan memicu antusiasme warga, seperti di Kampung Urumb, Semangga, yang kini mengusulkan pembukaan lahan baru seluas sekitar 2.000 hektare.
Amran kembali menggarisbawahi agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan masyarakat setempat menolak program ini, mengingat dampak positif yang telah dirasakan. Ia juga menegaskan bahwa prinsip kepemilikan rakyat ini berlaku tidak hanya di Merauke, tetapi juga di seluruh wilayah Papua lainnya yang mengajukan program serupa, termasuk Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, turut memaparkan potensi besar daerahnya. Dari total 4,6 juta hektare wilayah Merauke, sekitar 1,2 juta hektare dialokasikan untuk pengembangan pertanian produktif. Program cetak sawah rakyat yang dimulai tahun lalu telah mencakup sekitar 17 ribu hektare, dengan 3.000 hektare di antaranya telah ditanami. Perluasan tanam akan terus digenjot tahun ini di 12 distrik yang terlibat. Yoseph optimis, dengan pengembangan ini, produksi padi Merauke dapat meroket hingga 300 persen.


