Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan

    13-10-2026 - 23.55

    Strategi Hilirisasi Dorong Ekonomi Indonesia

    13-10-2026 - 23.20

    Status Kerja Karyawan PT Pos Jadi Sorotan

    13-10-2026 - 21.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan
    • Strategi Hilirisasi Dorong Ekonomi Indonesia
    • Status Kerja Karyawan PT Pos Jadi Sorotan
    • Penyebab Antrean BBM di Bali Terungkap
    • Stok BBM Aman Pasca Blackout Batam Bintan
    • Proyek Raksasa Rp3 Triliun di Jawa Timur
    • Prabowo Siapkan HP Gratis untuk Rakyat
    • Rupiah Menguat ke Level Rp17.900
    Faktual News
    Home - Market -
    Market

    07-03-2026 - 21.2003 Mins Read2

    Gawat! IHSG Ambles 2,61%, Investor Wajib Tahu Ini!

    Faktual News – Pasar modal Indonesia menghadapi hari yang berat pada sesi pertama perdagangan Jumat, 6 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok signifikan, merosot 2,61 persen ke level 7.509,10 poin. Penurunan tajam ini terjadi setelah IHSG dibuka pada posisi 7.710,53, menandakan tekanan jual yang kuat yang mendominasi sepanjang paruh pertama hari perdagangan.

    Gambar Istimewa :

    Menurut analisis dari Pilarmas Investindo Sekuritas, tekanan terhadap IHSG tak lepas dari gejolak sentimen global yang kian memanas. Eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, menjadi pemicu utama kekhawatiran pasar. "Meningkatnya tensi geopolitik di kawasan tersebut secara langsung memicu kenaikan harga energi global, sebuah skenario yang sulit dihindari dan berpotensi berlanjut dalam jangka panjang," demikian bunyi riset Pilarmas Investindo Sekuritas yang diterima Faktual News pada Jumat (6/3). Bagi Indonesia, sebagai negara importir minyak, kondisi ini merupakan ancaman serius yang dapat merembet ke berbagai sektor ekonomi domestik, membebani jalur fiskal dan moneter negara.

    Di tengah tekanan jual yang masif, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap tinggi. Data dari RTI Business menunjukkan, total 19,13 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 1,19 juta kali transaksi. Nilai transaksi harian ini mencapai angka fantastis, yaitu Rp9,42 triliun, mencerminkan volume perdagangan yang signifikan meskipun pasar sedang lesu.

    Gambaran pasar kian suram dengan dominasi saham-saham yang melemah. Sebanyak 645 saham tercatat terkoreksi, jauh melampaui jumlah saham yang berhasil menguat, yakni hanya 97 saham. Sementara itu, 69 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan harga.

    Tekanan jual yang merata membuat seluruh sektor industri di BEI tak luput dari koreksi. Sektor siklikal menjadi yang paling terpukul, anjlok hingga 4,78 persen, diikuti ketat oleh sektor industrial yang merosot 4,69 persen. Sektor energi juga tak berdaya, melemah 3,79 persen, sementara sektor bahan baku dan infrastruktur masing-masing turun 3,61 persen dan 3,37 persen. Sektor properti juga ikut tergerus 2,27 persen. Pelemahan juga terjadi di sektor non-siklikal (-1,92%), keuangan (-1,54%), kesehatan (-0,89%), teknologi (-0,63%), dan transportasi (-0,46%).

    Ironisnya, di tengah keterpurukan IHSG, bursa-bursa utama di Asia justru menunjukkan performa yang positif. Indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak 1,85 persen, Nikkei 225 di Tokyo menguat tipis 0,05 persen, dan Shanghai Composite Index di Tiongkok juga membukukan kenaikan 0,25 persen. Kontras ini menunjukkan bahwa tekanan yang dialami pasar Indonesia mungkin memiliki faktor spesifik yang lebih dalam, selain sentimen global umum. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para investor dan pemangku kebijakan, mengingat kompleksitas tantangan global dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi domestik.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan

      13-10-2026 - 23.55

      Strategi Hilirisasi Dorong Ekonomi Indonesia

      13-10-2026 - 23.20

      Status Kerja Karyawan PT Pos Jadi Sorotan

      13-10-2026 - 21.55

      Penyebab Antrean BBM di Bali Terungkap

      13-10-2026 - 21.20

      Stok BBM Aman Pasca Blackout Batam Bintan

      13-10-2026 - 18.55

      Proyek Raksasa Rp3 Triliun di Jawa Timur

      13-10-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan
      • Strategi Hilirisasi Dorong Ekonomi Indonesia
      • Status Kerja Karyawan PT Pos Jadi Sorotan
      • Penyebab Antrean BBM di Bali Terungkap
      • Stok BBM Aman Pasca Blackout Batam Bintan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.