faktual.news – Kabar gembira datang dari sektor pangan nasional Perum Bulog kini bersiap memenuhi permintaan ekspor beras ke berbagai negara termasuk Singapura yang telah meminta 10 ribu ton beras premium Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan penuh pihaknya untuk mengirimkan komoditas strategis ini kapan saja dibutuhkan
Kesiapan Bulog bukan isapan jempol semata Saat ini Bulog telah mengamankan sekitar 200 ribu ton beras premium dengan spesifikasi pecahan maksimal 5 persen yang siap didistribusikan Rizal menjelaskan stok melimpah ini tak hanya untuk Singapura namun juga disiapkan untuk memenuhi pesanan besar dari Malaysia yang mencapai 500 ribu ton

Lonjakan produksi gabah nasional tahun ini menjadi pemicu utama peningkatan drastis penyerapan beras oleh Bulog Hingga akhir Juni Bulog berhasil menyerap lebih dari 32 juta ton beras angka ini setara 80 persen dari target pengadaan 4 juta ton Rizal memprediksi total penyerapan bisa menembus angka 45 juta ton bahkan hingga 5 juta ton pada akhir tahun
Dengan cadangan beras yang melimpah ruah Bulog kini aktif memperluas jangkauan penyaluran tak hanya di pasar domestik namun juga merambah pasar ekspor Selain Singapura dan Malaysia sejumlah negara lain juga menunjukkan minat serius Uni Emirat Arab misalnya telah menyatakan ketertarikan untuk mengimpor 50 ribu ton beras setiap bulan atau setara 600 ribu ton dalam setahun Potensi ekspor juga terbuka lebar ke Timor Leste dan Papua Nugini
Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menawarkan ekspor minimal 10 ribu ton beras kepada Singapura dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu Amran menekankan ketersediaan stok beras nasional yang mencapai sekitar 51 juta ton memberikan ruang bagi Indonesia untuk menjadi pemasok utama bagi negara tetangga Pembahasan kerja sama ini juga mencakup komoditas pangan lain seperti ayam telur minyak sawit serta pertukaran teknologi pertanian yang saling menguntungkan kedua belah pihak


