Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mengejar Ketertinggalan Pajak RI

    15-10-2026 - 08.20

    Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas

    15-10-2026 - 05.55

    Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman

    15-10-2026 - 05.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Mengejar Ketertinggalan Pajak RI
    • Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
    • Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman
    • Suroso Isnandar Nakhodai PLN
    • Strategi Baru Danantara Perkuat PLN
    • Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan
    • Strategi Baru Sawit Indonesia
    • Nasib Berbeda Zulhas dan Bahlil Soal MBG
    Faktual News
    Home - Market - Harta Karun Karbon RI Bikin Dunia Melongo
    Market

    Harta Karun Karbon RI Bikin Dunia Melongo

    08-06-2026 - 18.2003 Mins Read4
    harta karun karbon ri bikin dunia melongo

    faktual.news – Indonesia, sebuah negara kepulauan yang kaya akan keanekaragaman hayati, kini menjadi sorotan dunia berkat potensi karbonnya yang luar biasa. Kementerian Kehutanan mengungkapkan bahwa sektor kehutanan saja menyimpan cadangan karbon yang dapat diperdagangkan hingga 13,4 miliar ton setara karbon dioksida (CO2e) sampai tahun 2050. Angka fantastis ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis di tengah isu perubahan iklim global.

    Keunggulan ini bukan tanpa alasan. Indonesia diberkahi dengan hutan tropis terluas ketiga di planet ini, ditambah lagi dengan ekosistem mangrove yang membentang luas. Kekayaan biodiversitas nasional turut memperkuat kemampuan ekosistem dalam menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah masif. Tak hanya di daratan, kekuatan Indonesia juga terpancar dari ekosistem pesisir dan kelautan, atau yang dikenal sebagai "karbon biru". Mangrove dan padang lamun di perairan Indonesia bahkan memiliki kapasitas penyimpanan karbon per hektare yang jauh melampaui hutan daratan. Kombinasi unik ini menjadikan Indonesia pemain kunci dalam pengembangan ekonomi karbon.

    Harta Karun Karbon RI Bikin Dunia Melongo
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dengan potensi sebesar itu, Indonesia memiliki peluang emas untuk tidak hanya menjadi negara penghasil emisi, tetapi juga sebagai penyerap karbon raksasa. Salah satu pintu ekonomi yang terbuka lebar adalah perdagangan karbon. Mekanisme berbasis pasar ini, sesuai Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026, memungkinkan jual beli unit karbon untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

    Namun, apa sebenarnya yang diperdagangkan? Menurut Iwan Wibisono, Nature Climate Solution Lead Konservasi Indonesia, yang menjadi objek transaksi bukanlah karbon fisik yang bisa dipegang. Melainkan, sertifikat atau unit karbon yang membuktikan keberhasilan suatu kegiatan dalam mengurangi atau menyerap emisi dalam jumlah tertentu. Bayangkan sebuah hutan yang berhasil menyerap 100 ton CO2e. Jumlah ini kemudian dihitung, dikuantifikasi, dan diterbitkan dalam bentuk sertifikat karbon, yang nilainya bisa mencapai US$5, US$10, US$15, atau lebih per ton, tergantung jenis aktivitasnya.

    Sertifikat tersebut menjadi bukti nyata bahwa telah terjadi pengurangan emisi melalui berbagai aktivitas. Misalnya, upaya konservasi hutan, penanaman pohon, atau pencegahan deforestasi. Jika deforestasi berhasil ditekan, emisi gas rumah kaca yang seharusnya dilepaskan ke atmosfer dapat dihindari. Pengurangan emisi inilah yang menjadi produk akhir dalam perdagangan karbon, sering disebut sebagai kredit karbon.

    Penerbitan sertifikat karbon ini dilakukan oleh lembaga sertifikasi internasional yang juga diakui di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Verra, yang banyak digunakan untuk proyek kehutanan dengan metodologi standar mereka. Ada juga Plan Vivo yang cocok untuk proyek berbasis komunitas skala kecil, serta Gold Standard yang populer di sektor energi. Global Climate Council (GCC) juga diakui di Indonesia, meskipun belum banyak dimanfaatkan. Masing-masing lembaga memiliki metodologi berbeda sesuai jenis proyek yang dikembangkan.

    Setelah kredit karbon diterbitkan, transaksi dapat dilakukan melalui beberapa skema. Pengembang proyek bisa menjual langsung sertifikat kepada pembeli, seperti perusahaan yang ingin mengimbangi emisinya. Transaksi juga bisa melibatkan broker yang membeli terlebih dahulu untuk kemudian dijual kembali. Selain itu, jual beli juga bisa berlangsung di pasar sekunder melalui bursa karbon. Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengelola bursa karbon, memfasilitasi pihak-pihak yang ingin membeli kredit karbon sesuai target pengurangan emisi mereka, layaknya perdagangan komoditas pada umumnya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Mengejar Ketertinggalan Pajak RI

      15-10-2026 - 08.20

      Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas

      15-10-2026 - 05.55

      Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman

      15-10-2026 - 05.20

      Suroso Isnandar Nakhodai PLN

      15-10-2026 - 02.55

      Strategi Baru Danantara Perkuat PLN

      15-10-2026 - 02.20

      Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan

      14-10-2026 - 23.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Mengejar Ketertinggalan Pajak RI
      • Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
      • Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman
      • Suroso Isnandar Nakhodai PLN
      • Strategi Baru Danantara Perkuat PLN

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.