Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mengejar Ketertinggalan Pajak RI

    15-10-2026 - 08.20

    Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas

    15-10-2026 - 05.55

    Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman

    15-10-2026 - 05.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Mengejar Ketertinggalan Pajak RI
    • Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
    • Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman
    • Suroso Isnandar Nakhodai PLN
    • Strategi Baru Danantara Perkuat PLN
    • Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan
    • Strategi Baru Sawit Indonesia
    • Nasib Berbeda Zulhas dan Bahlil Soal MBG
    Faktual News
    Home - Market - Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
    Market

    Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas

    15-10-2026 - 05.5503 Mins Read0
    masa depan krl indonesia tanpa impor bekas

    Faktual.news – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan menyatakan sikap tegas terkait wacana pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) dari luar negeri. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan harapannya agar Indonesia tidak perlu mengambil langkah untuk mengimpor rangkaian KRL bekas dari Jepang. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa industri manufaktur dalam negeri saat ini sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi kereta sendiri.

    Hingga saat ini, pihak Kementerian Perdagangan mengonfirmasi bahwa belum ada permohonan resmi yang masuk terkait rencana impor armada kereta bekas tersebut. Budi menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut, namun ia menekankan pentingnya mengutamakan produk lokal guna memperkuat sektor industri nasional.

    Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Harapan kami, produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga tidak perlu ada impor barang bekas. Namun, sampai saat ini kami belum menerima pengajuan apa pun," ujar Budi saat memberikan keterangan di kawasan ICE BSD, Tangerang, Rabu (14/10).

    Budi juga menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian terus berjalan. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Perindustrian pun hingga kini belum mengajukan permintaan resmi terkait kebutuhan impor KRL bekas tersebut. Meski demikian, Budi tidak menutup kemungkinan jika di masa depan terdapat pengajuan, karena semua proses harus melalui mekanisme regulasi yang ketat.

    Perlu diketahui bahwa impor kereta bekas merupakan kategori barang yang pengadaannya diatur secara khusus dalam regulasi perdagangan. Artinya, setiap rencana pengadaan harus memenuhi persyaratan tambahan yang sangat spesifik serta wajib mendapatkan rekomendasi dari kementerian teknis terkait. Salah satu aturan yang berlaku saat ini adalah menetapkan batas usia pakai maksimal 20 tahun bagi kereta bekas yang masuk ke Indonesia.

    Sebelumnya, isu impor KRL bekas ini mencuat menyusul usulan dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin. Bobby sempat mengusulkan impor kereta bekas dari Jepang sebagai solusi jangka pendek atau bridging untuk mengatasi lonjakan kebutuhan sarana transportasi di wilayah Jabodetabek.

    Menurut Bobby, pertumbuhan jumlah penumpang KRL Jabodetabek mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,3 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode tahun sebelumnya. Lonjakan ini membuat jumlah penumpang harian yang sebelumnya di bawah satu juta orang, kini telah menembus angka 1,1 juta orang.

    Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa rata-rata usia armada kereta yang saat ini dioperasikan oleh KAI sudah mencapai lebih dari 41 tahun. Kondisi armada yang sudah tua tersebut menuntut adanya penggantian rangkaian secara cepat, sementara kapasitas produksi industri dalam negeri masih dalam tahap peningkatan.

    "Sebagai solusi transisi untuk memenuhi kebutuhan sarana dalam 10 tahun ke depan, kami mengusulkan untuk melakukan impor kereta bekas dari Jepang," ungkap Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI beberapa waktu lalu.

    Kini, bola panas berada di tangan pemerintah untuk menyeimbangkan antara kebutuhan mendesak akan armada transportasi yang layak dengan komitmen untuk mendukung kemandirian industri manufaktur dalam negeri.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Mengejar Ketertinggalan Pajak RI

      15-10-2026 - 08.20

      Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman

      15-10-2026 - 05.20

      Suroso Isnandar Nakhodai PLN

      15-10-2026 - 02.55

      Strategi Baru Danantara Perkuat PLN

      15-10-2026 - 02.20

      Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan

      14-10-2026 - 23.55

      Strategi Baru Sawit Indonesia

      14-10-2026 - 23.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Mengejar Ketertinggalan Pajak RI
      • Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
      • Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman
      • Suroso Isnandar Nakhodai PLN
      • Strategi Baru Danantara Perkuat PLN

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.