Faktual News – Sentimen negatif kembali menyelimuti pasar modal Tanah Air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan posisinya dan kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Penurunan ini menandai hari yang berat bagi sebagian besar investor, dengan IHSG merosot 0,26 persen ke level 6.971,02, dari penutupan sebelumnya di 6.989,42.
Data dari RTI Business menunjukkan gambaran pasar yang didominasi oleh tekanan jual. Sebanyak 407 saham mengalami koreksi, jauh melampaui 250 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 158 saham lainnya terpantau stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan total 27,16 miliar saham berpindah tangan dalam 1,76 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp13,48 triliun.
Gelombang pelemahan tidak hanya menerpa IHSG. Hampir seluruh indeks acuan domestik turut terseret ke zona negatif. Indeks IDX30 anjlok 1,54 persen menjadi 382,14, diikuti oleh Sri-Kehati yang merosot tajam 2,03 persen ke 333,73. LQ45 juga tak luput dari tekanan, melemah 0,86 persen ke 701,66, serta JII yang turun 0,43 persen menjadi 474,42.
Dari sisi sektoral, mayoritas memang harus mengakui dominasi sentimen negatif. Sektor industrial menjadi pemimpin pelemahan dengan koreksi signifikan 2,63 persen. Disusul oleh sektor transportasi yang merosot 1,35 persen, sektor non-siklikal melemah 0,99 persen, dan sektor teknologi yang juga turun 0,96 persen. Beberapa sektor lain yang turut tertekan meliputi properti (-0,82%), siklikal (-0,70%), kesehatan (-0,34%), dan bahan baku (-0,08%).
Namun, di tengah badai pelemahan, beberapa sektor masih mampu menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatat penguatan. Sektor infrastruktur menjadi yang paling perkasa dengan kenaikan 0,76 persen. Diikuti oleh sektor keuangan yang meningkat 0,64 persen, dan sektor energi yang berhasil menguat tipis 0,20 persen. Ini menunjukkan adanya rotasi atau fokus investor pada sektor-sektor tertentu yang dianggap lebih defensif atau memiliki prospek jangka panjang.
Di antara saham-saham yang menjadi sorotan, PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI) berhasil masuk daftar top gainers. Sebaliknya, saham-saham seperti PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) harus menerima kenyataan sebagai top losers. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi saham-saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari itu.
Penutupan perdagangan hari itu menegaskan sentimen hati-hati yang masih menyelimuti pasar, dengan investor mencermati berbagai faktor makroekonomi dan global yang berpotensi mempengaruhi pergerakan bursa ke depan.
