Faktual News – Pasar modal Indonesia menutup perdagangan Kamis (2/4/2026) dengan catatan merah yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok, kali ini anjlok lebih dari 2 persen, tepatnya 2,19 persen, ke level 7.026,78 dari posisi sebelumnya 7.184,43. Penurunan signifikan ini terjadi menjelang libur panjang Paskah, memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Berdasarkan data dari RTI Business, sentimen negatif mendominasi bursa. Sebanyak 530 saham tercatat mengalami koreksi, jauh melampaui 177 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 113 saham lainnya terpantau tidak bergerak. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume mencapai 25,58 miliar saham, ditransaksikan melalui 1,78 juta kali frekuensi, dengan total nilai transaksi yang mencapai Rp12,79 triliun.

Pelemahan tidak hanya menimpa IHSG, namun juga merembet ke seluruh indeks acuan domestik lainnya. Indeks IDX30 turut melemah 1,18 persen menjadi 388,64. Sri-Kehati merosot 0,98 persen ke posisi 342,34, sedangkan LQ45 terkoreksi 1,68 persen ke level 714,58. Tak ketinggalan, Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) juga ikut tertekan, anjlok 2,00 persen menjadi 479,56.
Hampir seluruh sektor industri menunjukkan kinerja yang lesu. Sektor bahan baku menjadi yang paling terpukul dengan penurunan tajam 4,86 persen. Disusul oleh sektor infrastruktur yang merosot 3,96 persen, sektor energi melemah 2,94 persen, sektor industrial turun 2,23 persen, dan sektor transportasi yang juga tergerus 2,08 persen. Tren negatif ini juga menjangkiti sektor teknologi (-2,07%), properti (-1,57%), keuangan (-0,72%), kesehatan (-0,68%), dan non-siklikal (-0,61%).
Di tengah gelombang merah yang melanda, hanya sektor siklikal yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan tipis 0,45 persen. Namun, meskipun sektornya menguat, beberapa saham di dalamnya justru menunjukkan pelemahan, seperti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang harganya turun 4,41 persen. Hal ini mengindikasikan adanya pergerakan harga yang bervariasi di dalam sektor tersebut.
Di sisi lain, beberapa saham berhasil menarik perhatian. Saham-saham yang menjadi top gainers antara lain PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA). Sementara itu, daftar top losers diisi oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA). Untuk saham-saham yang paling aktif diperdagangkan, posisi teratas ditempati oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG).
Penurunan signifikan IHSG jelang libur panjang Paskah ini tentu menjadi sinyal yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar. Kondisi pasar yang didominasi tekanan jual dan sentimen negatif mengindikasikan kehati-hatian investor dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi atau faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi pergerakan bursa di masa mendatang.
Editor: Yulian Saputra
