Faktual News – Hari yang berat bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu, 26 Maret 2026, harus menyerah pada tekanan jual yang kuat, ditutup anjlok 1,89 persen ke level 7.164,09. Penurunan signifikan ini melanjutkan tren pelemahan sebelumnya, dari posisi 7.302,12, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan menandai dominasi sentimen negatif di lantai bursa.
Data dari RTI Business secara gamblang menunjukkan betapa meratanya tekanan jual tersebut. Sebanyak 380 saham terpantau terkoreksi, jauh melampaui 292 saham yang berhasil menguat, sementara 148 saham lainnya stagnan tanpa perubahan berarti. Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi, dengan total 31,14 miliar saham berpindah tangan dalam 1,72 juta kali frekuensi transaksi, menghasilkan nilai transaksi jumbo sebesar Rp32,34 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya volume penjualan yang terjadi di seluruh segmen pasar.

Koreksi tidak hanya menimpa IHSG sebagai indeks acuan utama. Indeks-indeks domestik penting lainnya juga tak luput dari hantaman badai merah. IDX30 merosot 2,06 persen menjadi 398,46, Sri-Kehati anjlok 1,91 persen ke 352,62, LQ45 tergerus 1,97 persen ke 731,73, dan JII bahkan mengalami penurunan paling tajam, yakni 2,71 persen ke level 478,10. Ini mengindikasikan bahwa pelemahan pasar bersifat menyeluruh dan tidak hanya terkonsentrasi pada saham-saham tertentu.
Hampir seluruh sektor industri mencatatkan kinerja negatif, memperpanjang daftar merah di papan perdagangan. Sektor energi menjadi yang paling terpukul dengan koreksi 2,91 persen, disusul sektor industrial yang ambles 2,79 persen. Sektor siklikal dan bahan baku juga tak berdaya, masing-masing turun 2,30 persen dan 2,27 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur (-1,63%), teknologi (-1,20%), kesehatan (-0,76%), keuangan (-0,64%), properti (-0,54%), dan non-siklikal (-0,18%) turut memperpanjang daftar sektor yang tertekan.
Di tengah badai merah yang melanda, hanya sektor transportasi yang mampu bersinar, mencatatkan penguatan impresif sebesar 2,96 persen. Kinerja positif ini sebagian besar ditopang oleh lonjakan harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang melesat 15,07 persen, menjadi penyejuk di tengah hiruk-pikuk penurunan pasar.
Beberapa saham menjadi sorotan khusus dalam perdagangan hari ini. Di jajaran top gainers, PT Murni Sadar Tbk (MTMH), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) berhasil mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan. Sebaliknya, PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) harus rela masuk dalam daftar top losers dengan penurunan yang cukup dalam. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi saham-saham yang paling aktif diperdagangkan, menunjukkan tingginya minat investor meskipun di tengah gejolak pasar.
