Faktual News – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa impresif pada perdagangan Senin, 25 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau dengan penguatan signifikan sebesar 2,75 persen, membawa indeks ke level 7.302,12 dari posisi penutupan sebelumnya di 7.106,83. Kenaikan ini menandai hari yang cerah bagi para investor, memicu optimisme di tengah dinamika pasar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari RTI Business, optimisme pasar tercermin dari dominasi saham-saham yang menguat. Sebanyak 574 emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga, jauh melampaui 148 saham yang terkoreksi, sementara 101 saham lainnya tetap tidak berubah. Aktivitas transaksi juga cukup ramai, dengan total nilai mencapai Rp25,92 triliun, melibatkan perpindahan tangan 38,44 miliar lembar saham dalam 2,13 juta kali frekuensi.
Tren positif ini tidak hanya terbatas pada IHSG. Seluruh indeks acuan domestik lainnya turut menikmati gelombang penguatan. Indeks IDX30 melonjak 3,51 persen menuju 406,84, Sri-Kehati meningkat 2,81 persen ke level 359,47, LQ45 menguat 3,33 persen menjadi 746,45, dan Jakarta Islamic Index (JII) mencatatkan kenaikan paling tinggi sebesar 4,86 persen, mencapai 491,43.
Secara sektoral, mayoritas sektor kompak ditutup di teritori positif, menunjukkan distribusi penguatan yang merata. Sektor industrial memimpin reli dengan lonjakan impresif 5,98 persen. Diikuti oleh sektor energi yang menguat 5,15 persen, sektor siklikal naik 3,84 persen, sektor infrastruktur meningkat 3,45 persen, dan sektor transportasi menguat 3,30 persen. Sektor non-siklikal, teknologi, properti, dan keuangan juga turut berkontribusi pada penguatan pasar dengan kenaikan masing-masing 2,31 persen, 1,33 persen, 0,92 persen, dan 0,71 persen.
Namun, tidak semua sektor bernasib sama. Dua sektor tercatat melemah tipis, yakni sektor bahan baku dengan koreksi 0,17 persen dan sektor kesehatan yang turun 0,12 persen.
Di antara saham-saham yang menjadi primadona hari ini, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tampil sebagai top gainers. Sebaliknya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) harus rela masuk daftar top losers. Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan meliputi PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Penguatan IHSG yang signifikan ini memberikan sinyal positif bagi prospek pasar modal Indonesia ke depan, meskipun tetap perlu dicermati faktor-faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi pergerakan selanjutnya.
Editor: Galih Pratama
