Faktual News – Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini dengan gebrakan positif, melonjak signifikan ke level 7.094,31. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1,03% dari posisi penutupan sebelumnya di 7.022,28, menandakan sebuah technical rebound yang dinantikan pasar pada pembukaan pukul 09.00 WIB, Selasa (17/3).
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang menggeliat di awal sesi. Sebanyak 476,12 juta saham telah berpindah tangan melalui 31 ribu transaksi, dengan total nilai mencapai Rp249,74 miliar. Optimisme pasar tercermin jelas dari dominasi saham yang menguat; 327 saham berhasil menanjak, sementara 98 saham terkoreksi, dan 175 lainnya bergerak stagnan.
Kenaikan ini sejalan dengan analisis Azharys Hardian, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), yang sebelumnya memproyeksikan potensi technical rebound IHSG hari ini. Ia menyebut, IHSG diproyeksikan technical rebound dengan resistance 7.139, setelah mengalami konsolidasi pasca-penurunan cukup dalam pada pembukaan perdagangan kemarin. Proyeksi ini menjadi angin segar setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (16/3), IHSG ditutup melemah sekitar 1,6%.
Optimisme pasar tak hanya bersumber dari domestik, tetapi juga didorong oleh sentimen positif dari bursa global. Bursa saham Amerika Serikat menunjukkan penguatan signifikan pada tiga indeks utamanya. Pemicunya adalah penurunan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang lebih dari 5%. Penurunan harga minyak ini dipicu oleh laporan keberhasilan navigasi kapal tanker di Selat Hormuz, yang secara efektif meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan Rabu mendatang. Langkah The Fed ini akan menjadi barometer penting untuk mengukur dampak konflik Iran terhadap stabilitas ekonomi global secara menyeluruh.
