Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan pada 10 Maret 2026 dengan performa yang cemerlang, melonjak 1,41 persen. Kenaikan ini membawa IHSG bertengger di level 7.440,92, melampaui posisi penutupan sebelumnya di 7.337,36.
Data dari RTI Business menunjukkan dominasi sentimen positif di lantai bursa. Mayoritas saham, yakni 534 emiten, berhasil menguat, sementara 190 saham terkoreksi, dan 93 lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan juga terpantau sangat ramai, dengan volume transaksi mencapai 36,26 miliar saham melalui 2,02 juta kali frekuensi. Total nilai transaksi harian ini pun fantastis, menembus angka Rp19,16 triliun.

Tak hanya IHSG, performa positif juga merambah seluruh indeks utama di pasar modal domestik. Indeks IDX30 tercatat naik 1,00 persen menjadi 401,31, diikuti oleh LQ45 yang melesat 1,25 persen ke level 759,94. Indeks Sri-Kehati turut mengukir kenaikan 1,13 persen ke 356,06, sementara Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) menjadi yang paling perkasa dengan penguatan 2,39 persen, mencapai 497,94.
Kecemerlangan pasar juga tercermin dari hampir seluruh sektor yang membukukan penguatan. Sektor Bahan Baku memimpin dengan lonjakan signifikan 4,42 persen, diikuti oleh Sektor Industrial yang naik 2,86 persen, dan Sektor Siklikal yang menguat 2,58 persen. Sektor Transportasi (2,29 persen) dan Properti (2,17 persen) juga tidak ketinggalan mencatatkan performa impresif. Sektor Energi (2,06 persen), Infrastruktur (1,00 persen), Keuangan (0,99 persen), Non-Siklikal (0,97 persen), dan Kesehatan (0,82 persen) turut menambah daftar sektor yang berakhir di zona hijau.
Ironisnya, di tengah euforia kenaikan, hanya Sektor Teknologi yang harus menelan pil pahit dengan pelemahan tipis 0,04 persen. Salah satu pemicunya adalah penurunan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebesar 2,38 persen.
Di antara saham-saham yang menjadi primadona, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berhasil mencatatkan diri sebagai top gainers. Sebaliknya, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR), dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) harus puas berada di jajaran top losers.
Sementara itu, volume perdagangan tertinggi didominasi oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), menunjukkan tingginya minat investor pada ketiga emiten tersebut.

