Jumat, 6 Maret 2026, menjadi hari yang kurang bersahabat bagi pasar modal Indonesia. Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan jelang akhir pekan dengan koreksi signifikan, melemah 1,62 persen dan terperosok ke zona merah.
Penurunan ini membawa IHSG bertengger di level 7.585,68 poin, anjlok dari posisi penutupan sebelumnya di 7.710,53 poin. Data dari RTI Business menunjukkan gambaran pasar yang didominasi sentimen negatif, di mana mayoritas saham terpaksa menyerah pada tekanan jual. Sebanyak 555 saham tercatat terkoreksi, jauh melampaui 168 saham yang berhasil menguat, sementara 94 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan hari itu cukup ramai, dengan total 34,17 miliar saham berpindah tangan dalam 1,94 juta kali frekuensi transaksi. Nilai transaksi yang tercipta pun tidak main-main, mencapai Rp17,74 triliun, mengindikasikan gejolak yang cukup besar di lantai bursa.
Kondisi suram ini tidak hanya menimpa IHSG. Seluruh indeks acuan domestik turut terseret ke zona merah. Indeks IDX30 anjlok 2,13 persen ke 410,10, diikuti LQ45 yang melemah 1,49 persen ke 776,05. Indeks Sri-Kehati juga tak luput dari koreksi, merosot 1,70 persen menjadi 363,87, sementara JII terpangkas 1,42 persen ke 506,68.
Yang lebih mengkhawatirkan, tak ada satu pun sektor yang mampu bertahan dari tekanan jual. Seluruh 11 sektor saham kompak ditutup di teritori negatif, mencerminkan pesimisme pasar yang meluas. Sektor industrial menjadi pemimpin pelemahan dengan terjun 3,37 persen, disusul ketat oleh sektor siklikal yang merosot 3,34 persen.
Sektor energi juga tak berdaya, melemah 2,86 persen, disusul sektor bahan baku yang terkikis 2,23 persen, dan infrastruktur yang ambles 1,77 persen. Sektor properti kehilangan 1,37 persen nilainya, sementara sektor keuangan dan kesehatan masing-masing turun 1,19 persen dan 1,02 persen. Bahkan sektor yang dikenal lebih stabil seperti non-siklikal pun tak luput, melemah 0,68 persen. Penurunan paling moderat terjadi pada sektor teknologi (-0,42 persen) dan transportasi (-0,31 persen), namun tetap menunjukkan tren negatif.
Di tengah gelombang merah, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers, di antaranya PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA). Sebaliknya, daftar top losers didominasi oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Menariknya, dua dari tiga saham paling aktif diperdagangkan hari itu, yaitu PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), juga masuk dalam jajaran top losers, bersama dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Penutupan yang lesu ini memberikan sinyal kehati-hatian bagi investor menjelang akhir pekan, dengan harapan pasar dapat kembali menemukan momentum positif di sesi perdagangan berikutnya.

