Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Raksasa Amerika Terancam di China Ada Apa

    26-08-2026 - 02.20

    Mega Proyek PLTS RI Siap Ubah Nasib Bangsa

    25-08-2026 - 21.20

    Prabowo Ubah Bali Jadi Pusat Energi Surya

    25-08-2026 - 18.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Raksasa Amerika Terancam di China Ada Apa
    • Mega Proyek PLTS RI Siap Ubah Nasib Bangsa
    • Prabowo Ubah Bali Jadi Pusat Energi Surya
    • Waspada Arisan Bodong Uang Ludes Sekejap
    • LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis
    • Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa
    • Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi
    • Tragedi Sade NTB Akankah Bangkit Lebih Megah
    Faktual News
    Home - Market -
    Market

    04-03-2026 - 21.2003 Mins Read1

    Bursa Berdarah! IHSG Terjun Bebas ke Level Terendah 6 Pekan

    Faktual News – Jakarta – Pasar modal Indonesia menghadapi hari yang kelam pada Rabu, 4 Maret 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan 4,57 persen. Indeks utama ini terperosok ke level 7.577,06 dari posisi sebelumnya 7.939,76, menandai penurunan beruntun selama tiga hari dan mencapai titik terendah dalam hampir enam minggu terakhir.

    Gambar Istimewa :

    Manajemen Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menjelaskan bahwa tekanan jual yang masif ini dipicu oleh dua faktor utama yang saling berkaitan. Pertama, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas, menciptakan ketidakpastian global dan memicu aksi jual di pasar-pasar berkembang. Kedua, sentimen negatif datang dari keputusan Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari "stabil" menjadi "negatif". Meskipun peringkat "BBB" (investment grade) tetap dipertahankan, perubahan outlook ini cukup memberikan sinyal kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dan fiskal negara di masa mendatang.

    Data dari RTI Business menunjukkan gambaran pasar yang didominasi koreksi yang mendalam. Tercatat, sebanyak 734 saham mengalami penurunan, jauh melampaui 54 saham yang berhasil menguat, dan hanya 33 saham yang tidak berubah. Volume perdagangan mencapai 53,18 miliar saham dengan 3,30 juta kali frekuensi transaksi, serta total nilai transaksi yang fantastis sebesar Rp29,62 triliun. Angka ini mencerminkan aktivitas jual beli yang sangat tinggi di tengah volatilitas pasar yang ekstrem.

    Koreksi tidak hanya menimpa IHSG, namun juga merembet ke seluruh indeks domestik lainnya, menunjukkan tekanan pasar yang menyeluruh. Indeks IDX30 anjlok 3,94 persen ke 410,10, LQ45 merosot 4,11 persen ke 772,45, Sri-Kehati melemah 2,98 persen menjadi 361,41, dan JII bahkan terpangkas paling dalam sebesar 5,98 persen ke 504,94.

    Seluruh sektor industri juga tak luput dari hantaman tekanan jual. Sektor bahan baku menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 7,42 persen, diikuti sektor transportasi yang merosot 7,23 persen, sektor siklikal 6,69 persen, sektor industrial 5,38 persen, sektor infrastruktur 4,84 persen, dan sektor energi 4,64 persen. Sektor-sektor lain seperti teknologi juga melemah 4,26 persen, sektor non-siklikal 4,13 persen, sektor properti 3,87 persen, sektor keuangan 3,18 persen, dan sektor kesehatan 2,79 persen, melengkapi daftar panjang sektor yang berada di zona merah.

    Di tengah gelombang merah yang melanda bursa, beberapa saham berhasil mencatatkan penguatan signifikan dan menjadi top gainers, di antaranya PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO), PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), dan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA). Sebaliknya, daftar saham dengan kerugian terbesar (top losers) diisi oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN). Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), menunjukkan minat investor yang tinggi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuiditas tinggi meski di tengah gejolak pasar.

    Editor: Yulian Saputra


    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Raksasa Amerika Terancam di China Ada Apa

      26-08-2026 - 02.20

      Mega Proyek PLTS RI Siap Ubah Nasib Bangsa

      25-08-2026 - 21.20

      Prabowo Ubah Bali Jadi Pusat Energi Surya

      25-08-2026 - 18.20

      Waspada Arisan Bodong Uang Ludes Sekejap

      25-08-2026 - 14.20

      LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis

      25-08-2026 - 08.20

      Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa

      25-08-2026 - 05.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Raksasa Amerika Terancam di China Ada Apa
      • Mega Proyek PLTS RI Siap Ubah Nasib Bangsa
      • Prabowo Ubah Bali Jadi Pusat Energi Surya
      • Waspada Arisan Bodong Uang Ludes Sekejap
      • LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.