Faktual News – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau, meskipun ditutup stagnan pada level 8.235,48. Angka ini mencerminkan pergerakan yang cenderung datar, namun di balik itu tersimpan kisah beragam dari pergerakan saham-saham individual yang patut dicermati investor.
Berdasarkan data yang dihimpun dari RTI Business, aktivitas perdagangan hari itu cukup ramai dengan total 47,61 miliar saham berpindah tangan dalam 2,52 juta kali frekuensi transaksi, mencapai nilai fantastis Rp38,24 triliun. Meskipun IHSG secara agregat stagnan, sentimen pasar terpecah: sebanyak 341 saham berhasil menguat, sementara 315 saham harus terkoreksi, dan 163 saham lainnya tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Kontras dengan posisi IHSG yang cenderung stabil, beberapa indeks domestik utama justru mengalami pelemahan. Indeks IDX30 tercatat turun 0,81 persen ke level 439,82, diikuti oleh LQ45 yang melemah 0,42 persen menjadi 834,36. Tak ketinggalan, indeks berbasis syariah seperti Sri-Kehati dan JII juga kompak terkoreksi masing-masing 1,05 persen, berada di posisi 384,08 dan 554,82.
Namun, gambaran pasar tidak sepenuhnya muram. Mayoritas sektor berhasil menunjukkan performa positif, memberikan dorongan signifikan bagi beberapa saham. Sektor industrial memimpin penguatan dengan melonjak 4,48 persen, diikuti oleh sektor siklikal yang tumbuh 2,88 persen, dan sektor bahan baku yang menguat 1,88 persen. Sektor teknologi juga tak mau ketinggalan dengan kenaikan 0,38 persen, disusul oleh sektor transportasi (0,29 persen), properti (0,27 persen), dan energi (0,26 persen). Penguatan ini mengindikasikan adanya minat beli yang terfokus pada sektor-sektor tertentu.
Di sisi lain, beberapa sektor masih harus berjuang menghadapi tekanan jual. Sektor keuangan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,83 persen. Kemudian, sektor infrastruktur melemah 0,36 persen, sektor kesehatan terkoreksi 0,16 persen, dan sektor non-siklikal ditutup tipis di zona merah dengan minus 0,07 persen.
Di tengah dinamika tersebut, beberapa saham berhasil mencuri perhatian investor sebagai top gainers. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) memimpin daftar ini, diikuti oleh PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kenaikan signifikan pada saham-saham ini menjadi penyeimbang di hari yang cenderung stagnan bagi IHSG secara keseluruhan.
Sementara itu, di jajaran top losers, terdapat nama-nama seperti PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang mengalami koreksi cukup dalam. Menariknya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham yang paling sering diperdagangkan, bersama dengan WMUU dan KOTA, menunjukkan tingginya likuiditas dan perhatian pasar pada ketiga emiten tersebut, terlepas dari pergerakan harganya.
Penutupan pasar pada Jumat ini memberikan gambaran yang kompleks, di mana IHSG mampu mempertahankan posisinya di zona hijau meskipun dengan pergerakan yang minim, sementara sektor dan saham individual menunjukkan performa yang sangat bervariasi. Ini menegaskan bahwa investor perlu jeli dalam menganalisis pergerakan pasar untuk menemukan peluang di tengah volatilitas yang menjadi ciri khas pasar modal.
