Pagi yang cerah di pasar modal Indonesia! Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini, 25 Februari, dengan performa yang impresif. Melambung 0,52 persen, IHSG bertengger di level 8.323,99 poin pada pukul 9.00 WIB, melanjutkan momentum positif setelah sebelumnya ditutup di 8.280,88.
Data dari RTI Business menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Sebanyak 586,47 miliar saham berpindah tangan dalam 41 ribu kali frekuensi, menghasilkan total nilai transaksi mencapai Rp315,73 miliar. Sentimen positif ini tercermin dari dominasi saham yang menguat, yakni 282 emiten, berbanding 84 saham yang terkoreksi, sementara 257 saham lainnya stagnan.

Kenaikan ini cukup menarik, mengingat prediksi sebelumnya dari Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, yang melihat IHSG berpotensi melemah di rentang 8.200-8.400 setelah ditutup anjlok 1,37 persen atau 115,2 poin ke level 8.280 pada perdagangan kemarin (24/2). Namun, Ratih juga memproyeksikan pergerakan positif hari ini. Sentimen domestik menjadi pendorong utama. Meskipun pasar dilanda aksi profit taking, investor asing justru menunjukkan kepercayaan dengan mencatatkan inflow sebesar Rp1,37 triliun di seluruh pasar ekuitas. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi primadona, diakumulasi senilai Rp577 miliar di pasar reguler, menyusul rilis laporan keuangan awal tahun 2026 yang solid. Namun, depresiasi JISDOR ke Rp16.830 per USD pada 24 Februari berpotensi sedikit mengikis potensi yield dividen perbankan bagi investor global.
Dari sisi emiten, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut menyumbang optimisme. Pada bulan pertama 2026, BBNI melaporkan pertumbuhan kredit yang impresif sebesar 19 persen year-on-year (yoy) mencapai Rp894 triliun. Pendapatan Bunga Bersih (NII) juga melesat 17 persen yoy menjadi Rp3,7 triliun, dengan Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) naik 14 persen yoy menjadi Rp2,8 triliun. Kendati demikian, peningkatan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) membuat laba bersih tumbuh minimalis 3 persen yoy, mencapai Rp1,7 triliun.
Di panggung global, sentimen positif turut berhembus. Bursa Wall Street menunjukkan rebound, dengan indeks Nasdaq melonjak 1,05 persen pada 24 Februari. Pasar kini menanti pidato ‘State of the Union’ Presiden Donald Trump, yang diperkirakan akan memberikan arah kebijakan tarif dan ekonomi AS. Di Asia, People’s Bank of China (PBoC) konsisten mempertahankan suku bunga rendah Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun di 3 persen dan 5 tahun di 3,5 persen untuk kesembilan kalinya berturut-turut, demi menjaga daya beli. Konsistensi ini, ditambah dengan pergerakan positif bursa Asia Pasifik seperti Nikkei 225 yang naik 1,12 persen dan KOSPI menguat 0,95 persen pada 25 Februari, turut menyokong optimisme di pasar domestik.
Dengan kombinasi sentimen domestik yang kuat, didukung oleh kinerja emiten unggulan dan angin segar dari pasar global, IHSG berhasil menunjukkan ketangguhannya di awal pekan ini. Investor akan terus mencermati perkembangan lebih lanjut untuk mengukur keberlanjutan tren positif ini.

