Faktual News Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, 23 Januari 2026. Indeks anjlok 1,28% dan parkir di level 8.876,89. Padahal, saat pembukaan, IHSG masih berada di posisi 8.992,18.
Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan total 40,89 miliar saham berpindah tangan dalam 2,13 juta transaksi. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp18,39 triliun. Sentimen negatif mendominasi pasar, tercermin dari jumlah saham yang terkoreksi sebanyak 585 saham, berbanding jauh dengan hanya 124 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 95 saham lainnya stagnan.
Tekanan jual yang masif juga terlihat dari aksi lepas saham oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp964,14 miliar. Saham-saham blue chip seperti BBCA, BMRI, dan BBNI menjadi incaran utama untuk diobral.
Hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan. Sektor siklikal menjadi yang paling terpukul dengan penurunan mencapai 2,89%. Sektor transportasi menyusul dengan penurunan 2,66%, diikuti sektor energi (2,35%), industrial (1,72%), dan non-siklikal (1,59%). Sektor properti dan keuangan juga tak luput dari tekanan, masing-masing turun 1,58% dan 1,39%.
Di tengah sentimen negatif yang melanda pasar, hanya sektor kesehatan yang mampu mencatatkan penguatan, yaitu sebesar 0,69%. Kenaikan saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menjadi penopang utama penguatan sektor ini.
Berbanding terbalik dengan IHSG, bursa saham regional Asia justru menunjukkan tren positif. Hang Seng Index naik 0,31%, Shanghai Composite Index bergerak flat cenderung menguat, dan Nikkei 225 Index menguat 0,35%.
