Faktual News – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan proyeksi yang memicu optimisme di kalangan pelaku pasar modal. Ia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melesat hingga menembus level psikologis 10.000 pada penghujung tahun 2026. Pernyataan ambisius ini disampaikan Purbaya dalam konferensi pers penutupan tahun yang digelar pada Selasa, 30 Desember 2025.
Purbaya menjelaskan, target ideal IHSG pada akhir 2025 sebenarnya adalah 9.000. Namun, karena implementasi kebijakan ekonomi tidak sepenuhnya selaras dengan perencanaan awal, IHSG akhirnya harus puas ditutup di posisi 8.646,93. Meskipun demikian, angka tersebut tetap mencerminkan ketahanan pasar di tengah dinamika ekonomi global.
Dengan posisi penutupan di kisaran 8.646 pada akhir 2025, target 10.000 di akhir 2026 menyiratkan potensi kenaikan sekitar 15 hingga 16 persen secara tahunan. Angka ini dinilai masih sangat realistis, terutama jika dibandingkan dengan dinamika dan kinerja pasar saham sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan daya tahan cukup baik.
Optimisme Purbaya tidak lepas dari sejumlah faktor pendorong yang diyakini akan menjadi katalis positif. Ia menyoroti potensi penurunan suku bunga, baik di tingkat global maupun domestik, yang akan meningkatkan daya tarik investasi di pasar modal. Selain itu, peningkatan likuiditas di pasar serta lonjakan jumlah investor pasar modal yang kini telah melampaui 20 juta akun, menjadi fondasi kuat bagi penguatan IHSG ke depan.
Purbaya menegaskan keyakinannya bahwa dengan semakin sinkronnya kebijakan ekonomi dan terjaganya stabilitas makroekonomi, kinerja pasar saham nasional akan memiliki ruang yang lebih besar untuk terus mengukir penguatan signifikan sepanjang tahun 2026. Ini menjadi sinyal positif bagi para investor untuk mempersiapkan strategi investasi mereka di tahun-tahun mendatang.
