Faktual News Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan investor saham syariah di Sumatera Utara (Sumut) sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan investor saham syariah di provinsi ini mencapai angka fantastis, yaitu 30 persen per tahun.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan hal ini dalam acara Medan Sharia Investor City pada Jumat, 21 November 2025. "Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan investor saham syariah tertinggi. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan mencapai 30 persen per tahun," ujarnya.
Pertumbuhan pesat ini didukung oleh regulasi yang kuat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan lebih dari 11 Peraturan OJK (POJK) dan fatwa dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang mengatur investasi syariah di pasar modal Indonesia. Aturan-aturan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembukaan rekening, transaksi, lembaga kliring, penyimpanan, hingga dana jaminan investor, semuanya sesuai dengan prinsip syariah.
"Regulasi yang komprehensif ini membuat pasar modal syariah Indonesia mendapatkan apresiasi global. BEI telah lima kali meraih penghargaan sebagai the best islamic capital market," tambah Jeffrey.
Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan hampir 19 persen sepanjang tahun ini, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp15.300 triliun. Nilai transaksi harian juga mencapai Rp16,9 triliun. Jumlah investor pasar modal Indonesia saat ini mencapai 19,5 juta, menempatkan Indonesia dalam kelompok 20 besar bursa di seluruh dunia dan mengukuhkan posisi bursa Indonesia sebagai yang terbesar di ASEAN.
