Faktual News Pagi ini, pasar saham Indonesia dihebohkan dengan lonjakan dramatis IHSG. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,07 persen, membuka perdagangan di angka 7.645,59. Lonjakan ini dari posisi penutupan kemarin di 7.490,18, menunjukkan optimisme yang cukup signifikan di awal sesi perdagangan. Volume perdagangan pun terbilang aktif, dengan 548,09 juta saham diperdagangkan, frekuensi transaksi mencapai 54 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp724,98 miliar. Meskipun 92 saham terkoreksi, namun 200 saham lainnya menguat, sementara 270 saham stagnan.
Analisis dari Phintraco Sekuritas sebelumnya telah memprediksi potensi penguatan IHSG pekan ini. Prediksi tersebut didorong oleh masuknya beberapa saham Indonesia ke dalam indeks MSCI. Mereka memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 7.450 hingga 7.550. Namun, kenyataan di lapangan melampaui ekspektasi. Penguatan signifikan ini terjadi meskipun kemarin IHSG ditutup melemah 0,18 persen, yang dipicu oleh sentimen negatif terkait tarif resiprokal 19 persen dari Amerika Serikat dan aksi profit taking pada saham-saham konglomerasi.

Faktor lain yang menarik perhatian adalah data cadangan devisa Indonesia. Meskipun turun menjadi USD152 miliar di Juli 2025 (dari USD152,6 miliar di bulan sebelumnya), level ini masih tergolong aman, mampu membiayai impor selama 6,3 bulan atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri. Angka ini jauh di atas standar internasional yang umumnya sekitar tiga bulan impor.
Ke depan, investor akan mencermati rilis indeks consumer confidence bulan Juli. Ekspektasi pasar menunjukkan peningkatan ke level 118,4 dari 117,8 di bulan Juni. Perkembangan ini akan menjadi indikator penting bagi pergerakan IHSG selanjutnya. Apakah lonjakan hari ini akan berlanjut, atau hanya sekadar reli sesaat? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
