Faktual News melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan performa positif. Pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat 0,35 persen ke level 6.967,93, naik dari posisi penutupan kemarin di 6.943,92. Data RTI Business mencatat transaksi mencapai Rp265,64 miliar, melibatkan 411,21 juta saham dan 48 ribu kali frekuensi perdagangan. Meskipun demikian, pasar menunjukkan dinamika yang menarik; 213 saham menguat, 80 saham terkoreksi, dan 250 saham stagnan.
Prediksi penguatan IHSG hingga level 7.000 sebenarnya sudah diutarakan sebelumnya oleh Ratna Lim dari Research Phintraco Sekuritas. Ia melihat potensi IHSG bergerak di kisaran 6.970-7.000, sejalan dengan penguatan kemarin yang mencapai 0,57 persen, didorong euforia IPO dan sentimen positif dari aksi korporasi. Namun, bayang-bayang sektor otomotif sedikit menggelayuti optimisme ini. Penjualan mobil yang turun 22,6 persen secara year on year (yoy) di Juni 2025, menyusul penurunan 15,1 persen yoy di Mei 2025, menimbulkan kekhawatiran. Meskipun demikian, pertumbuhan penjualan ritel Mei yang mencapai 1,9 persen yoy sedikit meringankan beban, didorong oleh peningkatan aktivitas belanja di masa liburan.

Di sisi lain, kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) dagang dengan beberapa perusahaan Amerika Serikat (AS), meski membawa angin segar, juga menyimpan potensi tantangan. Tarif 32 persen yang tetap diberlakukan pada 1 Agustus 2025 berpotensi mengurangi daya saing Indonesia jika negara lain mendapat tarif lebih rendah untuk produk sejenis. Perkembangan ini perlu dipantau ketat untuk melihat dampaknya terhadap IHSG ke depannya. Dinamika pasar saham hari ini menunjukkan pertarungan antara sentimen positif dan negatif, menciptakan suasana yang menarik untuk diamati.

