Faktual News melaporkan bahwa indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Jumat, 4 Juli 2025, dengan penurunan. Setelah dibuka di level 6.878,05, IHSG akhirnya parkir di angka 6.863,85, mencatatkan pelemahan 0,21 persen. Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 10,55 miliar saham, diperdagangkan melalui 511 ribu kali transaksi, dan nilai total transaksi mencapai Rp4,63 triliun.
Meskipun terdapat 252 saham yang menguat dan 236 saham stagnan, namun mayoritas pasar saham Indonesia mengalami koreksi. Sebanyak 296 saham mengalami penurunan harga. Dominasi pelemahan ini terlihat jelas pada kinerja sektoral. Sektor transportasi menjadi yang paling terdampak, mengalami penurunan signifikan sebesar 1,37 persen. Sektor infrastruktur menyusul dengan penurunan 0,92 persen, disusul sektor non-siklikal (0,40 persen), keuangan dan bahan baku (masing-masing 0,38 persen), sektor siklikal (0,19 persen), dan sektor kesehatan (0,09 persen).

Di sisi lain, beberapa sektor berhasil mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 0,93 persen, diikuti sektor industri (0,34 persen), energi (0,15 persen), dan properti (0,10 persen). Pergerakan IHSG ini tampaknya sejalan dengan tren regional, di mana mayoritas indeks bursa Asia juga menunjukkan pelemahan. Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,24 persen dan Hang Seng Index Hong Kong merosot 0,66 persen. Hanya Shanghai Composite Index Shanghai yang menunjukan penguatan sebesar 0,41 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya sentimen global yang turut mempengaruhi pergerakan IHSG.
