Faktual News Pasar saham Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Juni 2025, mengalami penguatan signifikan sebesar 1,21 persen, menutup perdagangan di angka 6.869,17. Lonjakan ini terbilang impresif, mengingat IHSG dibuka pada level 6.787,14.
Data dari faktual.news menunjukkan pergerakan yang positif dan dinamis. Sebanyak 453 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 165 saham terkoreksi dan 181 saham stagnan. Volume perdagangan terbilang tinggi, mencapai 20,71 miliar saham dengan 1,22 juta kali transaksi, menghasilkan total nilai transaksi mencapai Rp11,91 triliun.

Kenaikan IHSG ini bukan hanya fenomena sesaat. Seluruh indeks domestik ikut merasakan euforia, dengan IDX30 naik 1,19 persen ke 395,16, Sri-Kehati meningkat 1,52 persen menjadi 352,00, LQ45 menguat 1,40 persen ke 764,41, dan JII naik 1,49 persen ke 480,67.
Tren positif juga terlihat di hampir seluruh sektor. Sektor properti memimpin dengan kenaikan 3,20 persen, disusul sektor siklikal (3,02 persen), kesehatan (2,03 persen), non-siklikal (1,90 persen), dan keuangan (1,48 persen). Sektor industri, transportasi, infrastruktur, teknologi, dan bahan baku juga mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun dengan angka yang lebih moderat. Hanya sektor energi yang mengalami sedikit pelemahan (0,59 persen), yang sebagian besar disebabkan oleh penurunan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Beberapa saham mencuri perhatian dengan performa luar biasanya. PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) tercatat sebagai top gainers. Di sisi lain, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menjadi top losers. Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)
