Faktual News Ancaman resesi global kembali menghantui pasar modal domestik. Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terus tertekan di kisaran 6.820-6.850 poin dalam beberapa hari ke depan. Penurunan IHSG kemarin, yang mencapai 1,96 persen dan ditutup di angka 6.968,64, menjadi sinyal kuat akan hal tersebut.
Sentimen negatif dari potensi eskalasi konflik Israel-Iran menjadi pemicu utama pelemahan ini. Para pelaku pasar meresponnya dengan aksi jual besar-besaran (sell-off), takut akan meluasnya konflik dan dampaknya terhadap rantai pasokan energi global, terutama minyak dan gas. Kenaikan harga energi akibat gangguan pasokan ini berpotensi meningkatkan inflasi dan menyulitkan bank sentral, termasuk The Fed, untuk menurunkan suku bunga acuan.

Situasi ini diperparah oleh kebutuhan stimulus ekonomi di Amerika Serikat untuk menghindari resesi. Kebijakan stimulus, baik fiskal maupun moneter, justru meningkatkan kekhawatiran akan membengkaknya utang negara dan memperburuk kondisi ekonomi global. Sehingga, potensi resesi AS semakin nyata dan berdampak negatif pada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham yang berpotensi menguntungkan di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif. Saham-saham tersebut antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Namun, investor tetap perlu berhati-hati dan mempertimbangkan risiko yang ada sebelum melakukan investasi. Situasi geopolitik yang tidak menentu membuat pasar saham sangat fluktuatif.
