Faktual News Pasar saham Indonesia dibuka dengan pergerakan yang cukup menarik pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di angka 7.109,73, hanya sedikit di atas penutupan kemarin (7.107,78). Namun, tak lama kemudian IHSG langsung menunjukkan pergerakan mixed, mengalami penurunan hingga menyentuh level 7.101,94 pada pukul 09.00 WIB.
Data perdagangan yang dihimpun faktual.news menunjukkan aktivitas yang cukup ramai. Sebanyak 306,49 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 27 ribu kali, menghasilkan total nilai transaksi Rp219,57 miliar. Dari sisi pergerakan saham individual, tercatat 119 saham terkoreksi, 179 saham menguat, dan 249 saham stagnan.

Analis Ratna Lim dari Phintraco Sekuritas sebelumnya telah memprediksi pergerakan konsolidasi IHSG hari ini, mengingat meningkatnya tekanan geopolitik. Menurutnya, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 7.000-7.200, terutama karena IHSG kembali ditutup di bawah MA200 dan sempat menembus level psikologis 7.100. Hal ini sejalan dengan penutupan IHSG kemarin yang melemah 0,67 persen di angka 7.107,79, didorong oleh sentimen negatif dari meningkatnya konflik Iran-Israel dan kekhawatiran keterlibatan AS.
Di sisi domestik, Bank Indonesia (BI) sesuai prediksi mempertahankan suku bunga acuan di level 5,5 persen. Keputusan ini dinilai tepat mengingat inflasi yang terkendali, stabilitas nilai tukar rupiah, dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, pasar saham Wall Street juga ditutup beragam, mengikuti keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga di level 4,25-4,5 persen.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dipertimbangkan hari ini, termasuk ICBP, ESSA, TLKM, MAPI, dan INCO. Pergerakan IHSG selanjutnya patut dinantikan, mengingat kompleksitas faktor global dan domestik yang mempengaruhinya.
