Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rupiah Terpuruk Mengapa Bisa Begitu Parah

    27-10-2026 - 08.20

    Impor Ditutup Harga Singkong Melonjak

    27-10-2026 - 05.55

    Strategi Baru Tekan Impor Tepung Telur

    27-10-2026 - 05.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Rupiah Terpuruk Mengapa Bisa Begitu Parah
    • Impor Ditutup Harga Singkong Melonjak
    • Strategi Baru Tekan Impor Tepung Telur
    • Emas Rp61 Miliar Gagal Diekspor Ilegal
    • Era Baru BUMN Tanpa Kemewahan
    • Dekarbonisasi Jadi Ladang Cuan Baru
    • Perusahaan Asing Nekat Tambang Ilegal
    • Jhonlin Baratama Kantongi Kredit Jumbo Mandiri
    Faktual News
    Home - Market - Strategi Baru Tekan Impor Tepung Telur
    Market

    Strategi Baru Tekan Impor Tepung Telur

    27-10-2026 - 05.2003 Mins Read0
    strategi baru tekan impor tepung telur

    Faktual.news – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan pabrik tepung telur domestik. Proyek ambisius ini direncanakan akan dijalankan melalui kolaborasi erat dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memutus rantai ketergantungan Indonesia terhadap produk tepung telur impor yang selama ini masih mendominasi pasar.

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas produksi ini merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat sektor industri pengolahan pangan di dalam negeri. Ia optimis bahwa proses konstruksi hingga operasional pabrik ini tidak akan memakan waktu yang lama.

    Strategi Baru Tekan Impor Tepung Telur
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Insyaallah kita akan bangun. Kami bersama BUMN akan membangunnya. Prosesnya tidak akan terlalu lama, ditargetkan satu tahun selesai. Setelah itu, kita akan stop impor tepung telur," ungkap Amran saat ditemui usai Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (26/10).

    Selain fokus pada kemandirian bahan baku, Amran juga menyoroti persoalan krusial yang tengah melanda sektor peternakan ayam, yakni adanya anomali harga yang sangat mencolok. Saat ini, terjadi ketimpangan yang tajam antara harga yang diterima peternak dengan harga yang dibayarkan oleh masyarakat luas.

    Berdasarkan data yang dihimpun, harga telur di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Angka ini dinilai sangat memprihatinkan karena jauh di bawah harga ideal yang seharusnya diterima peternak, yakni sekitar Rp26.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Ironisnya, di sisi lain, harga telur di tingkat konsumen justru melonjak tinggi hingga mencapai Rp40.000 sampai Rp45.000 per kilogram.

    Kesenjangan harga yang sangat lebar ini mengindikasikan adanya masalah serius dalam rantai distribusi pangan. Amran menyebut fenomena ini sebagai sebuah anomali, mengingat produksi telur dalam negeri sebenarnya dalam kondisi surplus, bahkan sebagian telah diekspor ke luar negeri.

    Menanggapi situasi tersebut, pemerintah tidak tinggal diam. Amran menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki potensi praktik tidak sehat dalam rantai distribusi tersebut. Kabar baiknya, setelah rencana penindakan ini diumumkan, harga telur di tingkat konsumen mulai menunjukkan tren penurunan.

    Sebagai bentuk dukungan nyata bagi para peternak, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai skema bantuan, terutama terkait biaya produksi pakan. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui pengadaan kedelai untuk pakan dengan harga Rp8.630 per kilogram, yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar swasta yang mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

    Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui subsidi jagung bagi peternak skala kecil. Meski rencana pembangunan pabrik tepung telur ini sudah dicanangkan, pemerintah hingga kini belum merinci secara mendalam mengenai lokasi spesifik, besaran investasi, maupun kapasitas produksi yang akan dihasilkan nantinya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Rupiah Terpuruk Mengapa Bisa Begitu Parah

      27-10-2026 - 08.20

      Impor Ditutup Harga Singkong Melonjak

      27-10-2026 - 05.55

      Emas Rp61 Miliar Gagal Diekspor Ilegal

      27-10-2026 - 02.55

      Era Baru BUMN Tanpa Kemewahan

      27-10-2026 - 02.20

      Dekarbonisasi Jadi Ladang Cuan Baru

      26-10-2026 - 23.55

      Perusahaan Asing Nekat Tambang Ilegal

      26-10-2026 - 23.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Rupiah Terpuruk Mengapa Bisa Begitu Parah
      • Impor Ditutup Harga Singkong Melonjak
      • Strategi Baru Tekan Impor Tepung Telur
      • Emas Rp61 Miliar Gagal Diekspor Ilegal
      • Era Baru BUMN Tanpa Kemewahan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.