Faktual.news – Kawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini tengah bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan, terutama menjelang gelaran bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia. Menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di destinasi kelas dunia tersebut, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah nyata dengan memperkuat peran Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, Kecamatan Pujut.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui inisiatif ini, sampah tidak lagi hanya menjadi limbah yang mencemari lingkungan, melainkan dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru bagi warga setempat.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengungkapkan bahwa momentum penyelenggaraan ajang balap internasional di Mandalika harus dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian lingkungan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya, keberadaan bank sampah sangat krusial dalam mengedukasi warga untuk memilah sampah sejak dari rumah.
"Kebersihan lingkungan dan daya tarik wisata adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Jika daerah wisata bersih, wisatawan akan merasa nyaman dan senang berkunjung. Melalui Bank Sampah Putri Nyale, kami mengedukasi masyarakat agar mampu memberikan nilai tambah pada sampah. Sampah anorganik bisa diolah menjadi produk bernilai jual, sementara sampah organik bisa menjadi pupuk. Ini bisa menghasilkan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi warga," ujar Arya saat meninjau langsung operasional Bank Sampah Putri Nyale pada Jumat (9/10).
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pertamina tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga bantuan fasilitas fisik. Salah satunya adalah pemberian motor listrik roda tiga yang ramah lingkungan untuk mengangkut sampah, serta penyediaan tempat penampungan sampah berukuran besar. Kendaraan listrik ini menjadi solusi bagi pengelola untuk menjangkau seluruh wilayah di Desa Kuta yang tersebar di 20 dusun.
Hanila, selaku Ketua Bank Sampah Putri Nyale, menjelaskan bahwa kehadiran bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan operasional mereka. Ia mengakui bahwa sebelumnya, keterbatasan armada pengangkut menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan layanan pemilahan sampah di wilayah tersebut.
"Sebelumnya, keterbatasan kendaraan membuat proses pengangkutan sampah belum maksimal. Dengan bantuan kendaraan listrik dari Pertamina, kami kini bisa memperluas jangkauan penjemputan dan mengangkut sampah dalam volume yang lebih besar. Apalagi di kawasan Mandalika, permintaan penjemputan sampah meningkat tajam, jadi bantuan ini sangat membantu kami," tutur Hanila.
Perlu diketahui, Bank Sampah Putri Nyale didirikan pada tahun 2022 sebagai jawaban atas minimnya fasilitas pemrosesan sampah di Desa Kuta. Meski sempat mengalami kendala operasional pada tahun 2023 akibat masalah pasokan air dan keterbatasan fasilitas, kolaborasi dengan berbagai pihak akhirnya membuat bank sampah ini kembali aktif dan berkelanjutan. Dengan manajemen yang lebih baik, diharapkan Mandalika dapat menjadi contoh destinasi wisata yang bersih, hijau, dan mampu menyejahterakan masyarakat sekitarnya.


