Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Strategi Baru Danantara Lepas BUMN

    09-10-2026 - 05.55

    Ancaman Krisis Lapangan Kerja Formal

    09-10-2026 - 05.20

    Koperasi Bakal Salurkan Gaji ASN

    09-10-2026 - 02.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Strategi Baru Danantara Lepas BUMN
    • Ancaman Krisis Lapangan Kerja Formal
    • Koperasi Bakal Salurkan Gaji ASN
    • Gojek Dukung Aturan Baru Driver Ojol
    • Strategi KNEKS Cetak Talenta Syariah
    • Liburan Mewah Hemat Jutaan Rupiah
    • Rahasia Agar Rupiah Tidak Sekadar Menumpuk
    • Alasan Peternak Demo Buang Telur
    Faktual News
    Home - Market - Ancaman Krisis Lapangan Kerja Formal
    Market

    Ancaman Krisis Lapangan Kerja Formal

    09-10-2026 - 05.2002 Mins Read0
    ancaman krisis lapangan kerja formal

    Faktual.news – Dunia industri Indonesia tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Transformasi besar-besaran menuju digitalisasi dan otomatisasi mulai mengubah wajah investasi nasional, namun di sisi lain, fenomena ini membawa kekhawatiran serius terkait ketersediaan lapangan kerja formal bagi masyarakat luas.

    Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani, memberikan peringatan keras mengenai pergeseran pola investasi yang kini lebih mengedepankan penggunaan mesin dan teknologi canggih. Menurutnya, transisi ini, yang juga didorong oleh kehadiran lembaga pengelola investasi baru seperti Danantara, menuntut kesiapan tenaga kerja yang jauh lebih matang agar tidak terjadi penyempitan peluang kerja di sektor formal.

    Ancaman Krisis Lapangan Kerja Formal
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah ketimpangan antara kualitas sumber daya manusia dengan kebutuhan industri modern. Shinta mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa struktur ketenagakerjaan kita masih didominasi oleh lulusan tingkat Sekolah Dasar (SD) yang mencapai angka 38 persen. Kondisi ini menjadi hambatan besar dalam upaya melakukan peningkatan keterampilan (upskilling) maupun pelatihan ulang (reskilling).

    "Kita harus mulai melakukan identifikasi dan pemetaan talenta secara akurat. Bagaimana kita bisa melakukan upskilling jika fondasi pendidikan kita masih tertinggal?" ujar Shinta saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (8/10).

    Ia menegaskan bahwa sekadar memberikan wacana pelatihan tidaklah cukup. Pemerintah dan pelaku industri harus bekerja sama melakukan pemetaan talenta yang presisi. Hal ini penting agar tenaga kerja lokal mampu terserap ke dalam sektor-sektor strategis masa depan, seperti industri semikonduktor, pengembangan energi terbarukan, hingga sektor manufaktur yang mulai mengadopsi teknologi otomatisasi tinggi.

    Sebagai langkah konkret, Apindo kini tengah mendorong penguatan pendidikan vokasi dengan pendekatan yang lebih praktis. Strategi yang diambil adalah dengan mendekatkan institusi pendidikan vokasi langsung ke jantung kawasan industri. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem link and match yang nyata, sehingga kurikulum yang diajarkan di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan mesin dan teknologi yang digunakan di pabrik-pabrik saat ini.

    "Kami membuka sekolah vokasi di kawasan-kawasan industri agar keselarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri menjadi jelas. Dengan begitu, lulusan yang keluar bisa langsung diserap oleh industri terkait," jelas Shinta.

    Selain masalah kompetensi teknis, literasi digital menjadi isu yang tidak kalah mendesak. Di tengah masifnya penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor padat karya, pekerja dituntut untuk tidak hanya bisa mengoperasikan mesin, tetapi juga memahami ekosistem digital yang menggerakkannya. Shinta menekankan bahwa literasi digital harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, bukan dilakukan secara terpisah-pisah atau terkotak-kotak (silo), agar tenaga kerja Indonesia tetap relevan dan kompetitif di pasar kerja global.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Strategi Baru Danantara Lepas BUMN

      09-10-2026 - 05.55

      Koperasi Bakal Salurkan Gaji ASN

      09-10-2026 - 02.55

      Gojek Dukung Aturan Baru Driver Ojol

      09-10-2026 - 02.20

      Strategi KNEKS Cetak Talenta Syariah

      08-10-2026 - 23.55

      Liburan Mewah Hemat Jutaan Rupiah

      08-10-2026 - 23.20

      Rahasia Agar Rupiah Tidak Sekadar Menumpuk

      08-10-2026 - 21.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Strategi Baru Danantara Lepas BUMN
      • Ancaman Krisis Lapangan Kerja Formal
      • Koperasi Bakal Salurkan Gaji ASN
      • Gojek Dukung Aturan Baru Driver Ojol
      • Strategi KNEKS Cetak Talenta Syariah

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.