Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Anak Panti Tetap Dapat Makan Gratis

    10-10-2026 - 16.55

    Wajah Baru Transportasi Jakarta Menanti

    10-10-2026 - 16.20

    Mandalika Bersih Berkat Bank Sampah

    10-10-2026 - 14.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Anak Panti Tetap Dapat Makan Gratis
    • Wajah Baru Transportasi Jakarta Menanti
    • Mandalika Bersih Berkat Bank Sampah
    • Inovasi Makan Gratis ala Prasmanan di Gorontalo
    • Standar Keselamatan Ojol Kini Diperketat
    • Strategi Cerdas Belanja Saat Harga Pangan Melambung
    • Waspada Stok Jagung Menipis Menjelang Akhir Tahun
    • Strategi Bulog Bangun 100 Gudang Baru
    Faktual News
    Home - Market - Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit
    Market

    Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit

    08-10-2026 - 12.5503 Mins Read1
    harga cabai meroket ibu rumah tangga menjerit

    Faktual.news – Kabar kurang sedap datang dari dapur para ibu rumah tangga di seluruh Indonesia. Harga komoditas cabai, yang selama ini menjadi bumbu wajib dalam masakan nusantara, kini tengah mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Bahkan, di sejumlah wilayah, harga cabai rawit telah menyentuh angka yang cukup menguras kantong, yakni mencapai Rp70 ribu per kilogram.

    Menteri Perdagangan, Budi Santoso, akhirnya angkat bicara mengenai fenomena kenaikan harga yang terjadi belakangan ini. Menurut penuturannya, penyebab utama dari melambungnya harga cabai di pasaran adalah adanya penurunan volume produksi yang cukup drastis. Faktor alam, khususnya perubahan cuaca yang tidak menentu, menjadi biang kerok utama di balik krisis pasokan ini.

    Harga Cabai Meroket Ibu Rumah Tangga Menjerit
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Salah satu faktor utamanya adalah masalah produksi, termasuk pengaruh musim. Pada periode tertentu seperti sekarang ini, jumlah produksi memang sedang mengalami penurunan," ujar Budi Santoso saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta.

    Berdasarkan data yang dihimpun, harga cabai rawit saat ini telah melampaui rata-rata harga nasional. Jika harga rata-rata nasional berada di angka Rp57 ribu per kilogram, kenyataan di lapangan menunjukkan harga cabai rawit sudah merangkak naik hingga ke level Rp70 ribuan. Kondisi ini tentu menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan konsumen yang tetap tinggi dengan ketersediaan stok di pasar.

    Menanggapi situasi yang kian memanas, Kementerian Perdagangan tidak tinggal diam. Pemerintah telah melakukan langkah proaktif dengan menjalin komunikasi intensif bersama asosiasi petani cabai. Tujuannya adalah untuk mencari solusi cepat guna mendorong kembali peningkatan produksi nasional agar pasokan kembali stabil.

    Budi menjelaskan bahwa fluktuasi harga pangan pada dasarnya sangat bergantung pada dua variabel utama, yakni tingkat konsumsi masyarakat dan kapasitas produksi. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pergerakan pasokan di lapangan demi menjaga stabilitas harga pangan nasional.

    Kondisi di lapangan pun mengonfirmasi pernyataan pemerintah. Di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, lonjakan harga terasa sangat nyata. Cabai rawit merah di pasar tersebut bahkan dijual dengan harga fantastis, yakni Rp85 ribu per kilogram, melonjak tajam dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp60 ribu per kilogram.

    Soleh (46), salah seorang pedagang cabai di pasar tersebut, membenarkan bahwa kenaikan harga ini terjadi secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Ia menjelaskan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan telah mengganggu siklus tanam petani di daerah pemasok.

    "Karena sedang musim kemarau, masa tanam menjadi sulit. Banyak tanaman cabai yang mati sebelum sempat dipanen," ungkap Soleh. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah petani di wilayah Jawa Barat, yang merupakan pemasok utama, bahkan mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem ini.

    Dampak dari mahalnya harga cabai ini tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga oleh para pedagang. Soleh mengaku omzet penjualannya merosot hingga 30 persen. Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang menurun drastis. Konsumen yang biasanya membeli cabai dalam jumlah satu kilogram, kini terpaksa membatasi pembelian mereka hanya seberat seperempat hingga setengah kilogram saja demi menghemat pengeluaran.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Anak Panti Tetap Dapat Makan Gratis

      10-10-2026 - 16.55

      Wajah Baru Transportasi Jakarta Menanti

      10-10-2026 - 16.20

      Mandalika Bersih Berkat Bank Sampah

      10-10-2026 - 14.55

      Inovasi Makan Gratis ala Prasmanan di Gorontalo

      10-10-2026 - 14.20

      Standar Keselamatan Ojol Kini Diperketat

      10-10-2026 - 12.56

      Strategi Cerdas Belanja Saat Harga Pangan Melambung

      10-10-2026 - 10.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Anak Panti Tetap Dapat Makan Gratis
      • Wajah Baru Transportasi Jakarta Menanti
      • Mandalika Bersih Berkat Bank Sampah
      • Inovasi Makan Gratis ala Prasmanan di Gorontalo
      • Standar Keselamatan Ojol Kini Diperketat

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.