Faktual.news – Dunia perbankan Amerika Serikat tengah diguncang oleh skandal besar yang melibatkan salah satu institusi finansial raksasa, Wells Fargo. Nama Diego Sarabia, seorang karyawan bank tersebut, mendadak menjadi sorotan tajam setelah ia dilaporkan telah dipecat dari posisinya di kantor cabang Charlotte, North Carolina. Pemecatan ini bukan tanpa alasan, melainkan buntut dari keterlibatan Sarabia dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang sangat mengerikan di lingkungan Universitas Cornell.
Kasus ini bermula dari sebuah gugatan perdata yang diajukan oleh seorang mahasiswi yang menggunakan nama samaran Jane Doe. Dalam dokumen hukum tersebut, Doe menuduh tujuh anggota organisasi persaudaraan (fraternity) Chi Phi melakukan tindakan pemerkosaan terhadap dirinya. Diego Sarabia disebut sebagai salah satu dari tujuh pria yang terlibat dalam peristiwa kelam tersebut.

Kronologi kejadian yang terungkap dalam gugatan menyebutkan bahwa insiden terjadi pada Oktober 2024. Saat itu, Jane Doe yang baru berusia 20 tahun mendatangi rumah fraternity Chi Phi setelah sebelumnya mengonsumsi alkohol di sebuah bar dan rumah sororitas. Namun, situasi berubah menjadi mencekam ketika dua anggota fraternity diduga memberikan minuman beralkohol tambahan dan memaksa korban untuk mengonsumsi zat terlarang bernama ketamin.
Dalam kondisi tidak sadar dan tidak mampu memberikan persetujuan, Doe diduga menjadi korban kekerasan seksual secara berkelompok. Gugatan tersebut bahkan mengungkap adanya pesan singkat melalui aplikasi Snapchat yang digunakan salah satu anggota untuk mengajak rekan-rekan lainnya datang ke lantai atas, tempat korban berada. Sarabia sendiri disebut berperan dalam memberikan ganja dan minuman beralkohol berkadar tinggi kepada korban sebelum kejadian tersebut berlangsung.
Meskipun pada awalnya kasus ini tidak berlanjut ke ranah pidana, desakan kuat dari masyarakat akhirnya memaksa otoritas hukum untuk bertindak. Kantor Jaksa Wilayah Tompkins County, New York, secara resmi mengumumkan pembukaan kembali penyelidikan kasus ini. Jaksa Matthew Van Houten menyatakan bahwa pihaknya akan meminta grand jury untuk meninjau ulang seluruh bukti guna memastikan keadilan bagi korban.
Pihak Wells Fargo sendiri hingga saat ini masih menutup rapat alasan di balik pemecatan mendadak Sarabia. Namun, langkah tegas perusahaan ini dianggap sebagai respon terhadap tekanan publik dan reputasi buruk yang mungkin menimpa bank tersebut. Di sisi lain, Universitas Cornell juga telah melakukan investigasi internal melalui mekanisme Title IX, yang berujung pada pemberian sanksi berat berupa skorsing hingga pengeluaran mahasiswa yang terlibat dari kampus.
Kasus ini kini telah naik ke level yang lebih tinggi dengan keterlibatan Kantor Jaksa Agung New York, Letitia James, yang meninjau bagaimana respons universitas terhadap dugaan kekerasan seksual tersebut. Gubernur New York, Kathy Hochul, turut memberikan dukungan penuh terhadap pembukaan kembali penyelidikan ini demi memastikan tidak ada keadilan yang terabaikan.


