faktual.news – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, yang juga mengemban tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ad Interim, secara terbuka membeberkan proses negosiasi ekspor listrik Indonesia ke negara-negara tetangga yang berjalan alot. Meskipun Indonesia memiliki semangat untuk saling membantu, Bahlil menegaskan bahwa kerja sama harus didasari prinsip saling menguntungkan, bukan upaya untuk saling menekan.
Dalam acara Electricity Connect 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Selasa lalu, Bahlil menyatakan kesediaan Indonesia untuk berbagi surplus listriknya. "Bagi kami, Indonesia tidak masalah kita ekspor karena kita harus saling membantu," ujarnya, menekankan pentingnya solidaritas antarnegara.

Namun, ia kemudian memberikan peringatan keras. Bahlil menegaskan bahwa penentuan harga ekspor listrik tidak boleh diputuskan secara sepihak, apalagi dengan cara mendikte. "Kerja sama itu saling menguntungkan, bukan kerja sama itu saling menekan. Tidak boleh. Saya tidak mau seperti itu," tegas Bahlil dengan nada yang jelas dan lugas.
Di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto, Indonesia bertekad menjalin persahabatan dengan semua negara. Namun, persahabatan tersebut harus dibangun di atas fondasi etika dan rasa saling menghargai. Dengan gestur tegas mengangkat jari telunjuknya, Bahlil mewanti-wanti, "Jangan coba-coba menekan negara kami. Jangan coba-coba." Sebuah penolakan mutlak terhadap segala bentuk tekanan.
Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan bahwa Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif, sebuah landasan yang menjamin independensi dalam menentukan arah kebijakan. Ia juga secara khusus meminta negara-negara mitra untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran dalam bernegosiasi. "Saya tahu kalian punya cara-cara main itu. Saya tahu kalian," ungkap Bahlil, mengisyaratkan pemahamannya terhadap strategi negosiasi yang kerap diterapkan.
Sebagai seorang yang sangat menghargai hubungan kekeluargaan dan adat ketimuran, Bahlil memperingatkan agar tidak ada pihak yang menciptakan ketersinggungan di antara sesama. "Itu dampaknya akan kurang bagus," pungkasnya, mengisyaratkan konsekuensi negatif jika ada pihak yang mencoba memaksakan kehendak dan merusak hubungan baik yang telah terjalin.


