faktual.news – Pertamina terus menggeber laju produksi minyak dan gas bumi nasional. Langkah ini krusial untuk mengukuhkan kedaulatan energi Indonesia, terutama dengan memprioritaskan peningkatan hasil dari sumur-sumur yang sudah beroperasi serta mengembangkan cadangan-cadangan baru. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam Simposium IATMI ke-18 di Jakarta, Selasa lalu, menegaskan bahwa migas tetap memegang peran vital dalam memenuhi kebutuhan energi negara, bahkan di tengah gempuran tren transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
"Kami sangat memahami bahwa kebutuhan akan migas masih sangat besar dan menjadi fondasi utama ketahanan energi bangsa," ujar Oki. Ia menambahkan, Pertamina akan mengerahkan segenap potensi, kapabilitas, dan sumber daya yang dimiliki demi mencapai target produksi yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: menjamin pasokan energi yang andal bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk mendongkrak produksi, Pertamina melancarkan berbagai jurus strategis. Ini mencakup pengeboran sumur-sumur pengembangan, perawatan intensif dan optimalisasi kinerja sumur, hingga peningkatan produktivitas di area-area produksi yang telah ada. Tak ketinggalan, pemanfaatan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) menjadi andalan untuk memaksimalkan perolehan minyak. Bersamaan dengan itu, eksplorasi dan pengembangan sumber daya baru, baik konvensional maupun non-konvensional, terus digalakkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang menjaga ketersediaan energi.
Sejumlah wilayah kerja strategis yang dikelola Pertamina menjadi tulang punggung upaya ini. Pengelolaan bertahap telah dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari Offshore North West Java (ONWJ) sejak 2009, West Pangkah Offshore (WPO) pada 2011, Banyu Urip di 2016, Mahakam pada 2018, hingga yang paling mutakhir adalah Blok Rokan pada 2021.
Saat ini, sorotan utama Pertamina tertuju pada optimalisasi potensi Blok Rokan. Wilayah kerja yang memiliki rekam jejak produksi migas yang kaya ini secara historis telah menyumbang sekitar 11 miliar barel minyak. Oki Muraza melihat potensi masif yang masih bisa digali dari Blok Rokan. Berbagai inisiatif diterapkan untuk mendongkrak produktivitas, termasuk mengoptimalkan penanganan ladang minyak berat, memastikan pasokan listrik yang memadai, mengaplikasikan teknologi pengeboran mutakhir di lapisan cadangan berkualitas rendah, serta meracik formula kimia khusus untuk meningkatkan angka perolehan minyak.
"Kami menargetkan produksi Blok Rokan meningkat signifikan melalui sinergi erat seluruh pemangku kepentingan," tutup Oki. Ia menekankan pentingnya akselerasi investasi dan kegiatan operasional untuk mengoptimalkan potensi migas sekaligus memastikan ketersediaan energi nasional.


