faktual.news – Dunia usaha Indonesia dihebohkan dengan kabar menggembirakan dari sektor Usaha Kecil dan Menengah UKM. Survei terbaru Mandiri Institute menunjukkan mayoritas pelaku UKM yakni 64 persen berhasil mencetak kenaikan omzet luar biasa pada semester pertama 2026. Angka ini melesat tajam dari 48 persen pada periode serupa tahun sebelumnya sebuah indikasi kuat ketahanan ekonomi yang patut diacungi jempol.
Andre Simangunsong Head of Mandiri Institute mengungkapkan temuan ini merupakan bukti nyata kemampuan luar biasa pelaku UKM dalam menjaga performa bisnis mereka di tengah berbagai tantangan. Menurutnya peningkatan omzet yang meluas ini juga mencerminkan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi masih sangat terbuka lebar seiring dengan aktivitas ekonomi yang terus bergerak dinamis.

"Melonjaknya jumlah UKM yang melaporkan kenaikan omzet menandakan geliat usaha masih sangat terjaga. Para pelaku UKM terus menunjukkan adaptasi brilian terhadap perubahan pasar demi memastikan keberlangsungan bisnis mereka" jelas Andre dalam keterangan resminya.
Sektor pertanian menjadi jawara dengan proporsi pelaku usaha yang paling banyak mencatatkan kenaikan omzet mencapai 74 persen. Tidak kalah hebat sektor transportasi dan logistik serta konstruksi masing-masing membukukan 68 persen peningkatan. Angka serupa juga terlihat pada sektor industri pengolahan yang menunjukkan kinerja impresif.
Perkembangan ini menggarisbawahi bahwa penguatan kinerja UKM tidak hanya didorong oleh sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat. Namun juga ditopang oleh sektor-sektor produktif yang terintegrasi dengan rantai pasok dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kokoh.
Andre optimistis kondisi ini akan menjadi modal berharga bagi UKM untuk mempertahankan momentum positif di paruh kedua 2026. Penguatan ekosistem usaha serta dukungan berkelanjutan terhadap sektor-sektor produktif dinilai krusial untuk membantu pelaku usaha memaksimalkan setiap peluang pertumbuhan yang ada.
"Kami melihat prospek pertumbuhan UKM masih sangat cerah terutama dengan dukungan ekosistem bisnis yang semakin solid. Penguatan sektor-sektor produktif juga menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus membuka pintu-pintu pertumbuhan baru di masa depan" tambahnya.
Memasuki semester kedua 2026 peluang ekspansi UKM diperkirakan akan tetap terbuka lebar sejalan dengan proyeksi aktivitas ekonomi yang stabil. Bank Mandiri memproyeksikan peningkatan daya beli masyarakat khususnya menjelang kuartal keempat 2026 akan menjadi ruang tambahan bagi pelaku usaha untuk semakin mengembangkan bisnis mereka. Dengan demikian penguatan permintaan domestik dan kesinambungan aktivitas ekonomi akan menjadi penopang utama kinerja UKM hingga akhir tahun.


