faktual.news – Tongkat estafet kepemimpinan di VinFast, raksasa kendaraan listrik asal Vietnam, kini resmi berpindah tangan. Pham Nhat Quan Anh, putra sulung pendiri VinFast Pham Nhat Vuong, telah ditunjuk sebagai CEO Global. Penunjukan ini menandai babak baru bagi perusahaan yang tengah gencar melakukan ekspansi ke berbagai pasar internasional, termasuk di Asia Tenggara dan India.
Quan Anh, yang kini berusia 33 tahun, sebelumnya telah mengemban posisi sebagai chairman global VinFast sejak Mei lalu. Dengan peran barunya ini, ia akan memikul tanggung jawab penuh atas seluruh operasional perusahaan, sekaligus merangkap jabatan sebagai chairman dan CEO VinFast Vietnam. Langkah strategis ini diambil di tengah upaya VinFast melakukan penataan ulang struktur perusahaan demi mencapai fase pertumbuhan yang lebih agresif.

Pergantian pucuk pimpinan ini juga menjadi bagian dari strategi VinFast untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih ramping aset atau "asset-light". Pada Mei lalu, perusahaan mengumumkan rencana besar yang mencakup pengalihan aset manufaktur senilai sekitar 530 juta dolar AS, atau setara 9,3 triliun rupiah, kepada kelompok pembeli tertentu. Selain itu, kelompok tersebut juga akan mengambil alih beban utang perusahaan yang mencapai sekitar 6,9 miliar dolar AS, atau sekitar 121 triliun rupiah.
Meskipun VinFast mencatatkan peningkatan pendapatan hampir 42 persen pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan masih menghadapi tantangan berupa kerugian bersih yang terus membengkak. Oleh karena itu, dukungan finansial dari Pham Nhat Vuong, yang juga merupakan pendiri sekaligus chairman Vingroup, konglomerasi terbesar di Vietnam, tetap menjadi pilar penting bagi kelangsungan VinFast.
Quan Anh adalah individu kelima yang menduduki kursi CEO VinFast, menggantikan ayahnya yang kini tetap menjabat sebagai anggota dewan perusahaan. Sebelumnya, posisi ini pernah diisi oleh sejumlah eksekutif berpengalaman seperti James DeLuca dari General Motors, Michael Lohscheller mantan bos Opel, serta Le Thi Thu Thuy yang memimpin perusahaan saat melantai di bursa Nasdaq.
Tak hanya Quan Anh, anggota keluarga Vuong lainnya juga menempati posisi strategis. Pham Nhat Minh Hoang, putra kedua Vuong, ditunjuk sebagai CEO Global GSM, perusahaan layanan taksi yang memiliki keterikatan erat dengan VinFast. GSM sendiri memiliki ambisi besar untuk melakukan pencatatan saham di Hong Kong pada tahun 2028, serta berencana mengakuisisi sekitar satu juta kendaraan listrik dan empat juta sepeda motor listrik dari VinFast dalam periode 2026 hingga 2030.
Latar belakang Quan Anh yang merupakan lulusan Singapore Management University, serta pengalamannya di berbagai posisi senior di VinFast dan perusahaan lain di bawah naungan Vingroup, termasuk perannya sebagai CEO VinMetal, produsen baja milik Vingroup, semakin memperkuat keyakinan akan kemampuannya memimpin VinFast menuju era baru di kancah otomotif global.


