faktual.news – Sebuah langkah strategis demi kemandirian pangan nasional digagas. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memimpin kolaborasi besar antara entitas PTPN Group dengan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) untuk menggenjot pengembangan ekosistem kedelai di seluruh Indonesia, dari hulu hingga hilir.
Kesepakatan penting ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (11/09). Dokumen kerja sama tersebut diteken oleh Direktur Utama PT KUAB Ali Zum Mashar dan Direktur Aset PTPN III (Persero) Agung Setya Imam Efendi. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna, serta tokoh penting seperti Pendiri dan Presiden Direktur Arsari Group, Hashim S Djojohadikusumo. Jajaran direksi dan perwakilan dari PTPN I, PTPN IV PalmCo, serta PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) turut hadir memeriahkan acara.

Denaldy Mulino Mauna menjelaskan, Holding Perkebunan Nusantara akan berperan sebagai orkestrator utama, mengoordinasikan dan memfasilitasi setiap langkah sinergi antar entitas PTPN Group. Kekuatan PTPN terletak pada pengalaman panjang dalam pengelolaan perkebunan, kapabilitas operasional yang mumpuni, serta aset lahan yang luas. Semua potensi ini akan dipadukan dengan keunggulan PT KUAB yang membawa inovasi teknologi, varietas kedelai unggul MIGO, dukungan pendanaan, serta keahlian budidaya yang mutakhir.
Proyek ambisius ini membidik potensi lahan seluas 4.800 hektare yang tersebar di berbagai wilayah strategis PTPN Group. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Kebun Jalupang (Subang), Kebun Pasir Badak dan Cibungur (Sukabumi), Kebun Cikumpay (Purwakarta), Kebun Cisalak Baru (Lebak), hingga areal PG Jatitujuh (Majalengka). Sebagai langkah awal, sebuah proyek percontohan (pilot project) seluas 50 hektare akan digarap di setiap lokasi pada tahun 2026. Evaluasi komprehensif dari proyek percontohan ini akan menjadi fondasi sebelum pengembangan skala luas dimulai pada tahun 2027.
Denaldy menegaskan komitmen PTPN Group untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung pengembangan kedelai nasional. "Kami siap berkolaborasi secara terukur dan berbasis kelayakan. Program ini akan kami jalankan bertahap, memastikan model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan, dan keberlanjutannya teruji secara objektif," ujarnya penuh keyakinan.
Hashim S Djojohadikusumo dari Arsari Group, yang turut menyaksikan penandatanganan, menyuarakan optimisme tinggi. Ia menekankan bahwa swasembada kedelai nasional bukan lagi impian, melainkan target yang bisa dicapai dalam 3-4 tahun ke depan. "Tujuan utama kita adalah memasok benih unggul ke koperasi dan petani di seluruh pelosok Indonesia, mengingat banyak lahan kita yang sangat potensial untuk kedelai," jelas Hashim. Ia memuji sinergi PTPN Group dan PT KUAB sebagai fondasi kokoh bagi keberlanjutan pengembangan kedelai. "Kerja sama ini sangat strategis untuk kedaulatan pangan bangsa," imbuhnya.
Entitas PTPN seperti PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT SGN akan berkontribusi sesuai dengan kepemilikan dan pengelolaan lahan mereka. PTPN IV PalmCo bahkan akan mendukung transfer pengetahuan dan penyerapan hasil budidaya. Sebelumnya, kedua belah pihak telah melakukan survei lapangan dan kajian mendalam untuk memastikan kesesuaian lahan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen PTPN Group untuk mengoptimalkan aset dan keahlian demi memperkuat ekosistem pangan serta mempercepat terwujudnya swasembada kedelai nasional.


