Pada pembukaan perdagangan sesi kedua, sekitar pukul 14.00 WIB, IHSG tercatat merosot tajam sebesar 94,28 poin atau setara dengan minus 1,43 persen. Angka terendah yang sempat dicapai indeks berada di 6.462, meski sempat menyentuh level tertinggi 6.552. Kondisi ini memperparah penutupan sesi pertama yang juga berakhir dengan koreksi 98,42 poin atau minus 1,49 persen di level 6.490.
Situasi pasar mencerminkan tekanan jual yang kuat. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 535 saham terpantau mengalami penurunan harga, menunjukkan dominasi sentimen negatif. Sementara itu, hanya 128 saham yang berhasil menguat, dan 122 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan berarti. Total nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.391,824 triliun.

Aktivitas perdagangan juga cukup ramai dengan volume mencapai 20,44 miliar lembar saham. Total nilai transaksi yang berputar di pasar mencapai Rp8,69 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,27 juta kali transaksi.
Sorotan utama tertuju pada pergerakan investor asing yang terpantau melakukan aksi jual bersih cukup besar, mencapai Rp1,95 triliun. Penjualan bersih ini terbagi di pasar reguler sebesar Rp747,51 miliar dan di pasar negosiasi serta tunai yang lebih besar, yakni Rp1,20 triliun.
Meski demikian, investor domestik tetap mendominasi volume perdagangan. Dari total 51,1 miliar saham yang berpindah tangan, sekitar 39,04 miliar saham atau 76,39 persen dikuasai oleh investor domestik. Sementara itu, investor asing menyumbang 12,06 miliar saham atau 23,61 persen dari total volume.
Dalam hal nilai transaksi, dari total Rp21,6 triliun, investor domestik juga memegang peran signifikan dengan pembelian mencapai Rp16,2 triliun atau 70,44 persen. Investor asing berkontribusi sebesar 29,56 persen dengan nilai pembelian Rp5,4 triliun. Frekuensi perdagangan juga mayoritas dilakukan oleh investor domestik, yakni 85,64 persen dari total 2.671.074 kali transaksi, sedangkan investor asing menyumbang 14,36 persen.

