faktual.news – PT Pertamina Persero kini tengah mencermati pergerakan konsumen bahan bakar minyak dari jenis nonsubsidi ke subsidi. Fenomena ini muncul akibat selisih harga yang kian melebar antara Pertamax dan Pertalite memicu perpindahan signifikan di kalangan pengguna kendaraan. Langkah pemantauan ketat ini dilakukan demi memastikan distribusi BBM nonsubsidi tetap stabil dan memenuhi kebutuhan masyarakat luas.
Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina Persero Muhammad Baron menegaskan bahwa pengawasan terhadap perubahan pola konsumsi ini menjadi prioritas. "Kami terus memonitor pergeseran atau perubahan dari pengguna, sehingga dalam penyaluran BBM nonsubsidi dan subsidi ini bisa kami atur dengan baik," ujar Baron dalam sebuah kesempatan.

Sementara itu Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menilai bahwa pergeseran konsumsi BBM adalah hal lumrah yang dipengaruhi oleh perilaku konsumen di lapangan, terutama saat terjadi fluktuasi harga BBM nonsubsidi. Kendati demikian ia mengingatkan bahwa mayoritas pengguna Pertamax adalah masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik.
Di sisi lain, temuan di lapangan masih menunjukkan adanya penyaluran BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran, seperti yang diungkap oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, Roberth menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk bijak memilih jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan serta peruntukan subsidi yang tepat.
Ia juga mengimbau para pemilik kendaraan yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi agar tidak beralih ke BBM bersubsidi. Hal ini penting agar kuota subsidi dapat dinikmati sepenuhnya oleh lapisan masyarakat yang memang berhak dan membutuhkan. "Masyarakat yang memiliki kendaraan dengan spesifikasi BBM nonsubsidi, sebaiknya memberikan BBM bersubsidi tersebut untuk konsumen atau masyarakat yang sesuai peruntukannya," tambahnya.
Per hari ini harga Pertamax berada di angka Rp16.250 per liter, sedangkan Pertalite masih stabil di harga Rp10.000 per liter. Selisih harga yang mencolok inilah yang menjadi pemicu utama perpindahan konsumen.


