faktual.news – Kabar gembira datang dari sektor pariwisata Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air pada Mei 2026 melonjak drastis, mencapai angka fantastis 1,38 juta. Angka ini tidak hanya menandai kenaikan impresif 10,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan positif 5,83 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa para pelancong internasional ini masuk melalui berbagai jalur. Pintu udara menjadi favorit utama dengan 932,85 ribu kunjungan. Sementara itu, jalur laut menyumbang 215,61 ribu kunjungan dan jalur darat mencatat 45,09 ribu kunjungan. Secara rinci, 1,19 juta kunjungan tercatat melalui pintu masuk utama, sedangkan 188,53 ribu lainnya masuk melalui pintu perbatasan.

Secara kumulatif, periode Januari hingga Mei 2026 telah mencatatkan total 6,07 juta kunjungan turis asing. Angka ini mengindikasikan peningkatan sebesar 7,68 persen dibandingkan dengan lima bulan pertama di tahun sebelumnya, sebuah sinyal kuat pemulihan dan pertumbuhan pariwisata nasional.
Ateng Hartono juga menjelaskan bahwa tren kedatangan turis asing menunjukkan fluktuasi menarik sepanjang awal tahun 2026. Setelah mencapai 1,19 juta kunjungan pada Januari, terjadi sedikit penurunan menjadi 1,16 juta pada Februari dan kembali turun ke 1,09 juta pada Maret. Namun, semangat pariwisata kembali membara pada April dengan 1,25 juta kunjungan, puncaknya di Mei dengan 1,38 juta kunjungan, menandakan momentum kebangkitan yang kuat.
Analisis paspor menunjukkan bahwa Malaysia menjadi negara penyumbang turis terbanyak pada Mei 2026, dengan 298,21 ribu kunjungan atau 21,58 persen dari total. Posisi berikutnya ditempati oleh Australia dengan 155,03 ribu kunjungan (11,22 persen), diikuti Singapura dengan 136,74 ribu kunjungan (9,89 persen), dan Tiongkok dengan 125,46 ribu kunjungan (9,08 persen).
Para turis yang meninggalkan Indonesia pada Mei 2026 rata-rata menghabiskan waktu selama 10,14 malam di berbagai destinasi indah Tanah Air, menunjukkan daya tarik dan kenyamanan yang ditawarkan oleh sektor pariwisata Indonesia.


