Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Isu Delisting CIMB Niaga Akhirnya Terjawab

    23-10-2026 - 02.55

    Mimika Jadi Arena Adu Tangkas Tim Rescue

    23-10-2026 - 02.20

    Lonjakan Produksi Gas Baru di Kalimantan

    22-10-2026 - 23.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Isu Delisting CIMB Niaga Akhirnya Terjawab
    • Mimika Jadi Arena Adu Tangkas Tim Rescue
    • Lonjakan Produksi Gas Baru di Kalimantan
    • Dampak El Nino Ganggu Distribusi BBM
    • Strategi Kementan Kejar Tambahan 2 Juta Ton Gabah
    • Operasional Pelabuhan Merak Kembali Normal
    • Indonesia Ancam Stop Ekspor Energi
    • Rayakan Ultah Ke-3 BookCabin Banjir Hadiah
    Faktual News
    Home - Market - Strategi Kementan Kejar Tambahan 2 Juta Ton Gabah
    Market

    Strategi Kementan Kejar Tambahan 2 Juta Ton Gabah

    22-10-2026 - 21.5502 Mins Read0
    strategi kementan kejar tambahan 2 juta ton gabah

    Faktual.news – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Fokus utama saat ini adalah mengejar tambahan produksi Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 2 juta ton. Ambisi besar ini akan dicapai melalui implementasi program sistem pertanian modern yang dikenal dengan istilah Advanced Agriculture System (PMAAS).

    Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tantangan iklim yang tidak menentu. Fenomena El Nino yang melanda Indonesia telah memberikan dampak nyata pada sektor pertanian, terutama pada penurunan luas lahan tanam reguler dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi cuaca ekstrem ini memaksa pemerintah untuk tidak lagi hanya mengandalkan perluasan lahan, melainkan fokus pada peningkatan produktivitas per satuan luas lahan.

    Strategi Kementan Kejar Tambahan 2 Juta Ton Gabah
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Ladiyani Retno Widowati, menjelaskan bahwa kunci utama dari program ini adalah peningkatan populasi tanaman dan penggunaan sarana produksi yang berkualitas tinggi. Dengan teknologi pertanian modern, petani diharapkan mampu menghasilkan panen yang lebih melimpah meskipun luas lahan yang tersedia mengalami penyusutan akibat faktor cuaca.

    "Kita harus mencari solusi bagaimana meningkatkan produktivitas suatu lahan. Mengingat saat ini El Nino sedang melanda dan luas tanaman reguler mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, maka terobosan teknis sangat dibutuhkan," ujar Ladiyani dalam sebuah diskusi publik di Jakarta Selatan.

    Berdasarkan hasil uji coba dan evaluasi yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta berbagai perguruan tinggi, teknologi pertanian modern ini telah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Data lapangan menunjukkan adanya lonjakan hasil panen yang signifikan per hektarnya.

    Ladiyani menambahkan bahwa peningkatan hasil panen ini bukan sekadar angka di atas kertas. "Dengan meningkatnya populasi tanaman, produksi diharapkan ikut naik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kenaikan atau delta produksi yang sangat nyata, bahkan ada yang mencapai 2 hingga 5 ton per hektarnya," ungkapnya.

    Untuk merealisasikan target tambahan 2 juta ton GKP tersebut, Kementan telah mengalokasikan program pertanaman modern ini untuk mencakup jutaan hektar lahan hingga akhir tahun anggaran. Pemerintah berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan benih unggul dan dukungan sarana produksi lainnya, terutama ke daerah-daerah yang menjadi sentra produksi pangan nasional.

    Pemerintah optimistis bahwa dengan intervensi teknologi dan bantuan sarana produksi yang tepat sasaran, target kenaikan produksi dapat tercapai sebelum akhir tahun. "Jika kita bisa mengambil selisih kenaikan sebesar 2 ton per hektar dari luas lahan yang ada, maka kenaikan produksi gabah nasional bisa mencapai angka 2 juta ton," pungkas Ladiyani.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Isu Delisting CIMB Niaga Akhirnya Terjawab

      23-10-2026 - 02.55

      Mimika Jadi Arena Adu Tangkas Tim Rescue

      23-10-2026 - 02.20

      Lonjakan Produksi Gas Baru di Kalimantan

      22-10-2026 - 23.55

      Dampak El Nino Ganggu Distribusi BBM

      22-10-2026 - 23.20

      Operasional Pelabuhan Merak Kembali Normal

      22-10-2026 - 21.20

      Indonesia Ancam Stop Ekspor Energi

      22-10-2026 - 18.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Isu Delisting CIMB Niaga Akhirnya Terjawab
      • Mimika Jadi Arena Adu Tangkas Tim Rescue
      • Lonjakan Produksi Gas Baru di Kalimantan
      • Dampak El Nino Ganggu Distribusi BBM
      • Strategi Kementan Kejar Tambahan 2 Juta Ton Gabah

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.