Faktual.news – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Fokus utama saat ini adalah mengejar tambahan produksi Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 2 juta ton. Ambisi besar ini akan dicapai melalui implementasi program sistem pertanian modern yang dikenal dengan istilah Advanced Agriculture System (PMAAS).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tantangan iklim yang tidak menentu. Fenomena El Nino yang melanda Indonesia telah memberikan dampak nyata pada sektor pertanian, terutama pada penurunan luas lahan tanam reguler dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi cuaca ekstrem ini memaksa pemerintah untuk tidak lagi hanya mengandalkan perluasan lahan, melainkan fokus pada peningkatan produktivitas per satuan luas lahan.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Ladiyani Retno Widowati, menjelaskan bahwa kunci utama dari program ini adalah peningkatan populasi tanaman dan penggunaan sarana produksi yang berkualitas tinggi. Dengan teknologi pertanian modern, petani diharapkan mampu menghasilkan panen yang lebih melimpah meskipun luas lahan yang tersedia mengalami penyusutan akibat faktor cuaca.
"Kita harus mencari solusi bagaimana meningkatkan produktivitas suatu lahan. Mengingat saat ini El Nino sedang melanda dan luas tanaman reguler mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, maka terobosan teknis sangat dibutuhkan," ujar Ladiyani dalam sebuah diskusi publik di Jakarta Selatan.
Berdasarkan hasil uji coba dan evaluasi yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta berbagai perguruan tinggi, teknologi pertanian modern ini telah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Data lapangan menunjukkan adanya lonjakan hasil panen yang signifikan per hektarnya.
Ladiyani menambahkan bahwa peningkatan hasil panen ini bukan sekadar angka di atas kertas. "Dengan meningkatnya populasi tanaman, produksi diharapkan ikut naik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kenaikan atau delta produksi yang sangat nyata, bahkan ada yang mencapai 2 hingga 5 ton per hektarnya," ungkapnya.
Untuk merealisasikan target tambahan 2 juta ton GKP tersebut, Kementan telah mengalokasikan program pertanaman modern ini untuk mencakup jutaan hektar lahan hingga akhir tahun anggaran. Pemerintah berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan benih unggul dan dukungan sarana produksi lainnya, terutama ke daerah-daerah yang menjadi sentra produksi pangan nasional.
Pemerintah optimistis bahwa dengan intervensi teknologi dan bantuan sarana produksi yang tepat sasaran, target kenaikan produksi dapat tercapai sebelum akhir tahun. "Jika kita bisa mengambil selisih kenaikan sebesar 2 ton per hektar dari luas lahan yang ada, maka kenaikan produksi gabah nasional bisa mencapai angka 2 juta ton," pungkas Ladiyani.


