Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kepemimpinan Amran Sulaiman di Sektor Pertanian

    06-11-2026 - 21.55

    Dominasi Dupoin Futures di Pasar Berjangka

    06-11-2026 - 21.20

    Dampak Isu Penyadapan Prabowo ke Investasi

    06-11-2026 - 18.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Kepemimpinan Amran Sulaiman di Sektor Pertanian
    • Dominasi Dupoin Futures di Pasar Berjangka
    • Dampak Isu Penyadapan Prabowo ke Investasi
    • Kasus Penyitaan Rp2 Miliar Oleh KPK
    • Misi Mulia Haji Her Berdayakan Petani Madura
    • Inovasi Allianz Life Sabet Penghargaan Bergengsi
    • Strategi Baru Swasembada Gula Nasional
    • Siap Siap CPNS 2026 Segera Dibuka November Ini
    Faktual News
    Home - Market - Strategi Baru Swasembada Gula Nasional
    Market

    Strategi Baru Swasembada Gula Nasional

    06-11-2026 - 14.5503 Mins Read0
    strategi baru swasembada gula nasional

    Faktual.news – Pemerintah Indonesia tengah menyusun strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor perkebunan. Salah satu langkah ambisius yang kini tengah digodok adalah rencana pemanfaatan lahan kritis atau lahan terdegradasi seluas 9,7 juta hektare untuk dijadikan kawasan perkebunan tebu berskala luas.

    Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari misi besar pemerintah dalam mendukung program swasembada energi dan pemenuhan kebutuhan gula domestik. Dengan memanfaatkan lahan yang selama ini dianggap tidak produktif, pemerintah berharap dapat mendongkrak produksi tebu nasional secara signifikan tanpa harus mengorbankan ekosistem hutan yang masih terjaga.

    Strategi Baru Swasembada Gula Nasional
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa saat ini tim pemerintah tengah melakukan proses evaluasi mendalam terhadap ketersediaan lahan tersebut. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi lokasi-lokasi yang memiliki potensi paling optimal untuk dikembangkan menjadi lahan tebu yang produktif.

    "Kami telah melakukan rapat koordinasi dengan World Resources Institute (WRI) untuk memetakan luas lahan degradasi di tanah air, yang angkanya mencapai sekitar 9,7 juta hektare," ujar Hanif saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (6/11).

    Namun, Hanif menekankan bahwa pemerintah tidak akan sembarangan dalam menentukan lokasi. Ada kriteria ketat yang harus dipenuhi. Pemerintah akan mengeliminasi area-area kecil yang luasnya di bawah 100 hektare karena dianggap tidak efisien secara manajemen dan sulit untuk dikelola dalam skala industri. Selain itu, diperlukan analisis teknis serta pemetaan yang sangat mendetail agar investasi dan upaya penanaman nantinya tidak sia-sia.

    Satu hal yang menjadi catatan krusial dalam rencana ini adalah komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Hanif menegaskan bahwa perluasan lahan tebu ini sama sekali tidak akan menyentuh kawasan hutan alam. Hal ini sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna yang menekankan pentingnya perlindungan hutan.

    "Perintah Bapak Presiden sangat tegas, kita tidak boleh melakukan konversi hutan alam. Jadi, pengembangan lahan ini murni menggunakan lahan yang sudah rusak atau terdegradasi, bukan dengan merusak hutan yang masih ada," tegasnya.

    Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 560 ribu hektare lahan tebu dengan rata-rata produksi mencapai hampir 3 juta ton per tahun. Meskipun angka tersebut mampu memenuhi kebutuhan konsumsi gula rumah tangga, namun kebutuhan gula untuk sektor industri masih sangat tinggi sehingga Indonesia masih sangat bergantung pada impor.

    Selain fokus pada perluasan lahan, pemerintah juga menargetkan peningkatan produktivitas dan kualitas rendemen tebu. Saat ini, produktivitas tebu nasional berada di angka 65 hingga 70 ton per hektare. Pemerintah menargetkan adanya lonjakan produktivitas sebesar 10 hingga 20 ton per hektare melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih modern dan perencanaan budidaya yang lebih spesifik.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Kepemimpinan Amran Sulaiman di Sektor Pertanian

      06-11-2026 - 21.55

      Dominasi Dupoin Futures di Pasar Berjangka

      06-11-2026 - 21.20

      Dampak Isu Penyadapan Prabowo ke Investasi

      06-11-2026 - 18.55

      Kasus Penyitaan Rp2 Miliar Oleh KPK

      06-11-2026 - 18.20

      Misi Mulia Haji Her Berdayakan Petani Madura

      06-11-2026 - 16.55

      Inovasi Allianz Life Sabet Penghargaan Bergengsi

      06-11-2026 - 16.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Kepemimpinan Amran Sulaiman di Sektor Pertanian
      • Dominasi Dupoin Futures di Pasar Berjangka
      • Dampak Isu Penyadapan Prabowo ke Investasi
      • Kasus Penyitaan Rp2 Miliar Oleh KPK
      • Misi Mulia Haji Her Berdayakan Petani Madura

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • November 2026
      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.