Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Misteri Reklasifikasi MSCI dan Nasib IHSG

    23-10-2026 - 16.55

    Rupiah Terpuruk di Akhir Pekan

    23-10-2026 - 16.20

    Perjuangan Ibu Cari Kerja Untuk Anak

    23-10-2026 - 14.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Misteri Reklasifikasi MSCI dan Nasib IHSG
    • Rupiah Terpuruk di Akhir Pekan
    • Perjuangan Ibu Cari Kerja Untuk Anak
    • Kabar Gembira Pasokan BBM Nasional Segera Aman
    • Tiket Pesawat Murah Menanti Libur Nataru
    • Wujudkan Mimpi Hunian dan Kendaraan di Expo BRI
    • Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan
    • Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Terpuruk di Akhir Pekan
    Market

    Rupiah Terpuruk di Akhir Pekan

    23-10-2026 - 16.2003 Mins Read0
    rupiah terpuruk di akhir pekan

    Faktual.news – Mata uang Garuda harus menelan pil pahit saat menutup perdagangan di penghujung pekan ini. Nilai tukar rupiah dilaporkan mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang membuat posisi mata uang nasional berada di zona merah pada perdagangan Jumat (23/10) sore.

    Berdasarkan data pasar, rupiah terpantau mendarat di level Rp18.080 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan sebelumnya, mata uang kebanggaan Indonesia ini merosot sebesar 20 poin atau setara dengan depresiasi sebesar 0,11 persen. Kondisi ini menambah daftar panjang tekanan terhadap stabilitas nilai tukar domestik dalam beberapa waktu terakhir.

    Rupiah Terpuruk di Akhir Pekan
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Jika menilik pergerakan mata uang di kawasan Asia, tren yang terjadi cukup bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China tercatat sedikit menguat dengan kenaikan sebesar 0,06 persen. Namun, kondisi berbeda dialami oleh negara tetangga seperti Filipina, di mana peso melemah 0,12 persen, serta Malaysia yang ringgitnya mengalami depresiasi tipis sebesar 0,02 persen.

    Sementara itu, beberapa mata uang lainnya di Asia juga menunjukkan tren yang beragam. Dolar Singapura terpantau turun 0,08 persen, yen Jepang terkoreksi 0,07 persen, won Korea Selatan melemah 0,05 persen, dan dolar Hong Kong juga mengalami penurunan sebesar 0,06 persen.

    Kondisi serupa juga terjadi pada kelompok mata uang utama negara-negara maju. Secara kolektif, mata uang global ini tampak kompak melemah terhadap dominasi dolar AS. Euro tercatat mengalami depresiasi sebesar 0,25 persen, diikuti oleh pound sterling Inggris yang turun 0,13 persen. Selain itu, dolar Australia terkoreksi 0,06 persen, dolar Kanada melemah 0,04 persen, dan franc Swiss mengalami penurunan paling signifikan sebesar 0,37 persen.

    Menanggapi fenomena pelemahan ini, analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya. Menurutnya, tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari satu faktor, melainkan kombinasi antara dinamika global dan kondisi pasar domestik.

    Lukman menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu pemicu utama melemahnya rupiah. Hal ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian politik global cenderung membuat investor mencari aset yang lebih aman (safe haven), yang pada akhirnya memperkuat posisi dolar AS.

    "Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, tertekan oleh kenaikan harga minyak dunia akibat kekhawatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah," ungkap Lukman saat memberikan keterangan kepada faktual.news.

    Selain faktor eksternal berupa harga komoditas dan geopolitik, Lukman juga menyoroti kondisi internal ekonomi Indonesia. Ia menyebutkan bahwa arus keluar modal asing (capital outflow) yang terjadi secara berkelanjutan turut memberikan tekanan tambahan bagi mata uang Garuda. Aliran dana keluar ini membuat permintaan terhadap rupiah menurun, sehingga nilai tukarnya semakin tertekan di pasar valuta asing.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Misteri Reklasifikasi MSCI dan Nasib IHSG

      23-10-2026 - 16.55

      Perjuangan Ibu Cari Kerja Untuk Anak

      23-10-2026 - 14.55

      Kabar Gembira Pasokan BBM Nasional Segera Aman

      23-10-2026 - 14.20

      Tiket Pesawat Murah Menanti Libur Nataru

      23-10-2026 - 12.55

      Wujudkan Mimpi Hunian dan Kendaraan di Expo BRI

      23-10-2026 - 12.20

      Gebrakan Baru Suahasil di Kementerian Keuangan

      23-10-2026 - 10.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Misteri Reklasifikasi MSCI dan Nasib IHSG
      • Rupiah Terpuruk di Akhir Pekan
      • Perjuangan Ibu Cari Kerja Untuk Anak
      • Kabar Gembira Pasokan BBM Nasional Segera Aman
      • Tiket Pesawat Murah Menanti Libur Nataru

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.