Faktual.news – Fenomena sulitnya mencari pekerjaan di usia produktif kini tidak hanya menjadi beban bagi para pencari kerja muda, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh orang tua mereka. Hal inilah yang mendorong Desi Sulasmi Bahri, seorang ibu berusia 55 tahun, untuk turun tangan langsung mendatangi bursa kerja (job fair) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Langkah berani Desi ini diambil demi membantu kedua anaknya yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan tetap. Meski kedua buah hatinya memiliki latar belakang pendidikan sarjana, realita di lapangan menunjukkan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menembus ketatnya persaingan dunia kerja saat ini.

Anak sulung Desi, yang kini berusia 30 tahun, merupakan lulusan sarjana ekonomi pembangunan. Ia sebenarnya memiliki profil yang sangat menjanjikan; memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni dengan skor TOEFL mendekati 600, serta memiliki pengalaman bekerja secara jarak jauh (remote worker) untuk perusahaan internasional yang berbasis di Jerman dan Dubai. Namun, setelah kontrak kerjanya berakhir sekitar enam bulan lalu, ia masih belum berhasil mendapatkan posisi baru.
"Saya merasakan sendiri, 25 tahun ini susah, susah banget. Karena saingannya banyak sekali. Padahal jurusan mereka bagus dan sudah punya pengalaman," ungkap Desi saat ditemui di lokasi Job Fair Pemprov DKI Jakarta, Jumat (23/10).
Selain sang sulung, anak kedua Desi yang berusia 26 tahun juga tengah berjuang di fase yang sama. Sebagai lulusan sarjana, ia masih terus melangkah mencari peluang yang sesuai dengan kompetensinya. Desi berharap anak-anaknya bisa segera mendapatkan pekerjaan di Jakarta agar dapat membangun karier yang stabil dan memperluas jaringan sosial di lingkungan profesional.
Bagi Desi, kehadiran orang tua sangat krusial dalam memberikan dukungan moral saat anak-anak menghadapi penolakan demi penolakan. Ia menegaskan bahwa pendampingan psikologis dari orang tua adalah kunci agar anak-anaknya tidak patah semangat dalam menghadapi proses pencarian kerja yang penuh tantangan.
"Saya berikan dukungan apa saja. Walaupun mereka gagal, saya akan terus memberikan dukungan," tambahnya.
Melalui kehadirannya di bursa kerja tersebut, Desi juga ingin menyampaikan pesan kepada pemerintah. Ia berharap pemerintah dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja agar tenaga kerja usia produktif di Indonesia dapat terserap secara maksimal. Menurutnya, meminimalisir angka pengangguran di kalangan anak muda adalah tugas besar yang harus menjadi prioritas pemerintah demi masa depan bangsa.


