faktual.news – Menteri Perdagangan Budi Santoso melayangkan peringatan penting bagi para pelaku usaha di Tanah Air. Khususnya sektor mikro kecil dan menengah UMKM diminta untuk lebih waspada terhadap gempuran produk-produk impor. Bukan karena kualitasnya lebih unggul, melainkan strategi promosi raksasa yang dimiliki kompetitor asing.
Budi menegaskan, banyak produk luar negeri yang membanjiri pasar Indonesia sebenarnya memiliki mutu yang setara dengan buatan lokal. Namun, keunggulan mereka terletak pada anggaran pemasaran yang masif. Dana besar ini memungkinkan produk-produk tersebut dikenal luas bahkan menjadi viral di tengah masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana waralaba makanan asing mampu menguasai pasar domestik berkat kampanye promosi yang gencar.

Ironisnya, banyak waralaba makanan lokal yang sebenarnya memiliki potensi besar justru kurang dikenal. Hal ini disayangkan Budi, sebab keterbatasan modal seringkali menjadi penghalang utama bagi UMKM untuk melakukan promosi secara optimal. Akibatnya, produk-produk unggulan dalam negeri kesulitan bersaing di ranah publikasi dengan merek-merek global.
Menyikapi tantangan ini, politikus Partai Amanat Nasional tersebut mendorong pengusaha lokal untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence AI disebut sebagai kunci untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan AI, UMKM tidak hanya berpeluang menembus pasar global, tetapi juga memperkuat dominasi di pasar domestik. Dorongan ini disampaikan dalam acara Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama META di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta.
Dalam program pelatihan tersebut Meta Indonesia berperan aktif membekali ratusan pelaku UKM. Mereka diajarkan cara memanfaatkan AI untuk strategi penjualan yang lebih efektif. Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Meta Indonesia Berni Moestafa menjelaskan, inisiatif ini selaras dengan visi Kementerian Perdagangan. Tujuannya adalah memperluas diversifikasi pasar ekspor nasional dan meningkatkan kesiapan UKM dalam menghadapi persaingan global.
Berni menambahkan, materi pelatihan tidak hanya fokus pada teknologi AI. Aspek persiapan dan kesiapan ekspor juga menjadi bagian integral yang disampaikan langsung oleh atase perdagangan Kementerian Perdagangan. Menurutnya tantangan terbesar UKM Indonesia bukanlah pada kualitas produk yang sudah teruji, melainkan pada minimnya eksposur terutama di kancah internasional.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut Meta menghadirkan berbagai solusi berbasis AI. Salah satunya adalah Advantage Plus yang mampu membantu UMKM merumuskan strategi pemasaran. Fitur ini juga mendukung pengembangan konten visual penulisan copywriting hingga penerjemahan keterangan produk ke berbagai bahasa tujuan. Selain itu ada Meta Business Agent, sebuah asisten virtual yang siap melayani calon pembeli selama 24 jam penuh.


