faktual.news – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG belakangan ini menunjukkan performa yang cukup memukau namun di balik gemerlapnya angka hijau tersimpan sebuah teka-teki besar Mengapa investor asing seolah enggan menanamkan modalnya di pasar saham Indonesia Padahal IHSG terus melaju perkasa
Data terbaru dari RTI Business mengungkapkan bahwa pada penutupan perdagangan Kamis 2 Juli investor global justru mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp23787 miliar di seluruh segmen pasar Kontras dengan itu aktivitas transaksi di bursa saham justru didominasi oleh para investor domestik yang memegang porsi sekitar 795 persen Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kepercayaan investor luar terhadap prospek pasar modal Tanah Air

Analis mata uang dan pasar keuangan dari DOO Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa kehati-hatian investor asing masih sangat terasa Menurutnya lonjakan IHSG saat ini lebih banyak ditopang oleh kekuatan investor dalam negeri "Saya kira masih terjadi tarik ulur Asing masih malas enggan masuk Masih didukung oleh investor domestik saja" ungkap Lukman di kantor DOO Financial Futures Jakarta pada Kamis 2 Juli
Lukman menambahkan bahwa para investor global kini sedang melirik peluang pertumbuhan yang lebih menjanjikan di luar Indonesia terutama pada sektor teknologi yang sedang booming Gelombang inovasi seperti kecerdasan buatan artificial intelligence atau AI menjadi magnet baru Contohnya geliat investasi di perusahaan teknologi raksasa global seperti SpaceX berhasil menyedot modal jumbo termasuk dari investor yang sebelumnya berinvestasi di Indonesia "Untuk asing banyak sekali opportunity growth seperti AI booming SpaceX kemarin menarik beberapa dana besar termasuk dana dari asing yang sebelumnya ada di Indonesia" jelasnya
Oleh karena itu Lukman memprediksi bahwa investor asing akan memilih untuk menahan diri dan menunggu perkembangan sentimen pasar yang lebih jelas Mereka menanti sinyal kuat dari arah kebijakan pemerintah ke depan "Kalau tidak ada kebijakan pemerintah ke depan saya kira mereka paling tidak akan wait and see sampai November menunggu pengumuman status market kita" imbuhnya
Meski demikian IHSG tetap menunjukkan ketangguhannya Pada perdagangan Kamis 2 Juli indeks berhasil ditutup perkasa di level 5744 setelah menguat 4943 poin atau naik 087 persen dari sesi sebelumnya Mengutip RTI Infokom total transaksi di pasar mencapai Rp1113 triliun dengan 2050 miliar saham berpindah tangan Sebanyak 395 saham berhasil menguat 219 saham melemah dan 169 saham lainnya bertahan di posisi semula


